Wisata Hiu Paus di Bone Bolango Makin Diminati Wisatawan
Minggu, 29 Sep 2024, 00:30 WIBKabupaten Bone Bolango - Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango Yudiawan Maksum mengatakan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari objek wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo terus meningkat.
"Sampai bulan September 2024, sudah mencapai 45 persen dari total capaian PAD yang disumbangkan untuk daerah. Khusus bulan Agustus 2024, tercatat ada Rp168,4 juta yang masuk ke daerah," ucap dia, Sabtu.
Walaupun ia belum bisa secara langsung merinci peningkatan jumlah pendapatan di objek wisata tersebut, ia yakin berdasarkan data yang tercatat pada bendahara, bahwa peningkatan PAD setiap bulan nya dari lokasi itu sudah bisa dibilang signifikan.
Ia mengatakan, hal tersebut menjadi alasan pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam hal ini Dinas Pariwisata, untuk melakukan pengembangan dan peningkatan fasilitas penunjang di dalamnya.
Pada tahun 2022 kata dia, pemerintah melakukan pengembangan sarana dan prasarana di lokasi wisata dengan menggunakan dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp1,5 miliar.
Berkaitan dengan fasilitas pendukung menurut dia, objek wisata hiu paus tercatat masih minim penginapan, karena hanya ada dua rumah tinggal yang tersedia dan sering dimanfaatkan oleh pengunjung.
Terkait retribusi, katanya pihak pemerintah hanya sebatas memungut karcis masuk saja, yakni Rp10 ribu untuk wisatawan lokal nusantara, dan Rp50 ribu untuk manca negara.
Adapun hal lain yang sering dikeluhkan wisatawan lokal adalah, mahalnya harga sewa perahu tembus pandang, yang disediakan oleh kelompok masyarakat yakni mencapai Rp500 ribu sekali sewa.
Menurut Yudin, hal itu perlu dievaluasi agar objek wisata unggulan itu dapat berkembang, sehingga bisa menguntungkan pemerintah daerah maupun masyarakat.
Terlebih objek wisata hiu paus di Desa Botubarani menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Gorontalo yang telah mendunia.
"Kami pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam mengembangkan sektor pariwisata. Jika PAD meningkat, perekonomian pemerintah dan masyarakat juga akan lebih baik," kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPBD Jaktim Pantau Titik Rawan Banjir di Rawa Terate
-
KKP Tancap Gas Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih, Pesisir Jadi Poros Baru Ekonomi
-
Kemenkominfo: Sekolah Rakyat Akan Didukung Internet Cepat dan Fasilitas Wi-Fi
-
Uji Coba “Full Pedestrian", Wisatawan Merasa Lebih Nyaman Menikmati Suasana Malioboro
-
Siap-siap, Gangguan Selat Hormuz Berpotensi Dongkrak Kenaikan Biaya Logistik
-
Pemkot Bogor Siapkan WFH untuk Efisiensi Energi
-
Kaltim Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Peningkatan Wisatawan di Periode Libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.