- Home
-
- Megapolitan
-
- Inovasi Penurunan 'Stuntin...
Inovasi Penurunan 'Stunting' Tangerang Dipuji
Kamis, 26 Sep 2024, 02:52 WIBTANGERANG - Inovasi penurunan stunting Kota Tangerang dipuji Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). "Kota Tangerang menurunkan stunting melalui sejumlah inovasi seperti program Satu Telur Satu Minggu atau Sate Sami yang konsisten setiap pekan," tutur Staf Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman, Budiono Subambang, Rabu (25/9).
Dia mengatakan ini dalam acara rakor lintas sektor upaya percepatan penurunan stunting Provinsi Banten di Kota Tangerang, Rabu. "Penurunan di Kota Tangerang cukup terlihat," tuturnya. Terasa juga kolaborasi semua elemennya. Ini terbukti dengan apresiasi insentif fiskal 2024 yang diterima Kota Tangerang. Insentif adalah penghargaan kinerja kategori penurunan stunting.
Pemerintah Kota Tangerang menerima dana alokasi insentif fiskal kategori kinerja penurunan stunting dari pemerintah pusat senilai 5,71 miliar.
"Banyak inovasi penanganan stunting dari Kota Tangerang. Satu telur Sabtu dan Minggu, itu termasuk yang baik," jelas Budiono.
Dia mengapresiasi dan terima kasih atas program Kota Tangerang. Programnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program akan berefek untuk angka Provinsi Banten.
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, yang membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Upaya Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Banten ini menuturkan, kegiatan dihadiri Tim Percepatan Penurunan Stunting delapan kota/kabupaten.
"Saya mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh lintas sektor. Saya juga minta mereka berkomitmen dalam mendukung program aksi percepatan penurunan stunting," pinta Al. Penurunan stunting menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik di Provinsi Banten.
Al mengharapkan, pemerintah daerah dapat menjaga komitmen keberlangsungan program-program lintas sektor terintegrasi. Selain itu, fokus intervensi penurunan stunting kelompok usia. Al menambahkan, Kota Tangerang memiliki prestasi pencapaian luar biasa dalam penanganan stunting seperti pendekatan kepada masyarakat hingga inovasi.
Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga telah menyiapkan enam rumah sakit bagi balita yang stunting atau gizi buruk. Maka, bila ditemukan balita stunting atau gizi buruk yang memerlukan perawatan khusus, bisa dirujuk ke rumah sakit ini.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, menyoroti pentingnya pendekatan multisektoral dalam menghadapi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem yang saling berkaitan erat. Maka, dia menyerukan kepada seluruh kecamatan di Tangerang untuk lebih terencana, sistematis, dan terintegrasi dalam memantau keluarga berisiko stunting. Ant/G-1
Berita Terkait:
-
Simulasi Pengamanan Mako Digelar, Polda Bali Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman
-
Ratusan Wanita dan Anak-anak yang Diculik Kelompok Boko Haram Dibebaskan
-
Ahli Sebut Protein Penting untuk Energi dan Kekuatan Harian
-
Pendekatan Terintegrasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Layanan Ortopedi Nasional
-
HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Mendag Kebut Distribusi Lewat Bulog dan ID FOOD
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Aston Villa Terinspirasi Kejayaan Masa Lalu demi Misi Juara Liga Europa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.