Aston Villa Terinspirasi Kejayaan Masa Lalu demi Misi Juara Liga Europa

Rabu, 20 Mei 2026, 07:30 WIB

LONDON — Aston Villa mengusung semangat kejayaan masa lalu saat bersiap menghadapi Freiburg pada final Liga Europa, Kamis (21/5) dini hari WIB. Klub asal Birmingham itu bertekad mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun sekaligus menorehkan sejarah baru di pentas Eropa.

Tim asuhan Unai Emery bertolak ke Istanbul dengan ambisi besar. Final di Stadion Besiktas akan menjadi partai puncak kompetisi Eropa pertama bagi Villa dalam 44 tahun terakhir.

Ket. Foto: Ilustrasi pemain Aston Villa. — Sumber: AFP

Kenangan terbesar klub di Eropa masih melekat pada final Piala Champions 1982 ketika mereka secara mengejutkan menundukkan Bayern Muenchen lewat gol tunggal Peter Withe di Rotterdam.

Kini, striker Villa Ollie Watkins ingin menjadikan momen legendaris itu sebagai inspirasi jelang duel melawan Freiburg.

“Saya sebenarnya belum pernah melihat gol kemenangan Peter Withe, tetapi saya akan menontonnya dalam beberapa hari ke depan sebelum final sebagai inspirasi,” ujar Watkins.

“Saya pikir Peter adalah legenda. Saya sudah beberapa kali bertemu dengannya. Dia datang ke tempat latihan pekan lalu untuk menyaksikan kami berlatih.”

“Luar biasa memiliki sosok legenda di sekitar klub,” lanjut penyerang timnas Inggris tersebut.

Perjalanan Aston Villa sejak malam emas di Rotterdam tidak selalu indah. Klub itu sempat dua kali terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris, yakni pada 1987 dan 2016.

Villa juga selalu kalah dalam empat final domestik terakhir mereka sejak menjuarai Piala Liga Inggris 1996 usai mengalahkan Leeds United.

Namun, kedatangan Unai Emery perlahan mengubah arah klub. Pelatih asal Spanyol itu sukses membawa Villa kembali menjadi kekuatan kompetitif di Inggris maupun Eropa.

Musim lalu mereka mencapai perempat final Liga Champions dan kini menempati posisi keempat Premier League dengan satu laga tersisa.

Perjalanan impresif Villa bahkan mendapat perhatian dari Pangeran William, pendukung setia klub tersebut. Sang pangeran ikut larut dalam perayaan di Villa Park ketika Villa menghancurkan Nottingham Forest 4-0 pada leg kedua semifinal.

Kini Emery berpeluang mempertegas reputasinya sebagai “raja Liga Europa”. Jika mampu membawa Villa juara, itu akan menjadi gelar kelimanya di kompetisi tersebut.

Sebelumnya Emery tiga kali menjuarai Liga Europa bersama Sevilla dan sekali bersama Villarreal. Ia juga pernah membawa Arsenal menjadi runner-up pada 2019.

Aston Villa datang ke Turki dengan kepercayaan diri tinggi setelah memastikan tiket Liga Champions musim depan lewat kemenangan 4-2 atas Liverpool.

Final kali ini menjadi partai puncak pertama Villa sejak kalah dari Manchester City pada final Piala Liga Inggris 2020.

Menghadapi Freiburg, yang baru pertama kali tampil di final Eropa dan saat ini berada di posisi ketujuh Bundesliga, Villa dianggap lebih diunggulkan.

“Bermain untuk trofi dan berada di level tinggi seperti sekarang memberi kami begitu banyak momen luar biasa,” kata Emery.

“Saya merasa sangat nyaman dengan level kami saat ini. Para pendukung harus memahami bahwa kami sedang bergerak menuju level baru. Saya bisa merasakan mereka bahagia.”

Sejak ditunjuk pada 2022, Emery memang membawa perubahan drastis. Ketika itu Villa hanya unggul tiga poin dari zona degradasi.

Kekalahan menyakitkan dari Olympiakos pada semifinal UEFA Conference League musim 2023-2024 justru menjadi titik balik penting.

Menurut Emery, kekalahan agregat 2-6 tersebut membantu timnya berkembang menjadi penantang gelar yang lebih matang.

“Saat kami kalah dari Olympiakos di semifinal, itu adalah bagian dari proses untuk mencapai posisi kami sekarang,” ujarnya.

“Semua yang kami lakukan berjalan sesuai rencana. Untuk bisa terus berada di Eropa, Anda harus konsisten.”

“Sekarang target kami adalah mempertahankannya dalam jangka panjang, menjaga level setinggi mungkin sesuai standar dan ambisi kami.”

Dikenal sebagai pelatih yang detail dan perfeksionis, Emery dianggap sangat cocok dengan identitas Aston Villa. Klub itu bahkan pernah menyematkan kata “Prepared” di bawah lambang mereka selama bertahun-tahun.

Jika berhasil membawa Villa menjuarai Liga Europa, Emery akan mengikuti jejak Tony Barton, pelatih yang mempersembahkan kejayaan Eropa 1982.

Lebih dari sekadar trofi, kemenangan di Istanbul akan memastikan nama Unai Emery abadi dalam sejarah Aston Villa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.