Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cuaca Panas Ekstrem, Warga Kaltim Diminta Waspadai Berbagai Penyakit

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Panas Ekstrem, Warga Kaltim Diminta Waspadai Berbagai Penyakit Doc: ANTARA/Syaiful Arif
Ket. Ilustrasi - Cuaca panas ekstrem bisa berdampak diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

SAMARINDA -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai penyakit yang dapat timbul akibat cuaca panas yang ekstrem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim Setyo Budi Basuki di Samarinda, Kamis (19/9), menyampaikan kekurangan air bersih selama musim kemarau pada September 2024 dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

"Cuaca panas ekstrem menyebabkan peningkatan kasus penyakit yang berhubungan dengan ketersediaan air bersih, seperti diare dan demam tifoid," ujar Basuki.

Dia menjelaskan air bersih sangat penting untuk kebutuhan minum dan kebersihan diri. Kekurangan air bersih dapat menyebabkan peningkatan kasus diare, yang erat kaitannya dengan sanitasi yang buruk.

Selain ituBasuki juga menyoroti peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh debu yang tinggi dampak dari cuaca panas ekstrem.

"Debu yang tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan," tambahnya.

Basuki optimistis kemarau tidak berlangsung lama dan segera berakhir pada awal Oktober, sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut data Dinkes Kaltim, kata dia, daerah dengan jumlah penduduk yang padat seperti Samarinda dan Balikpapan lebih rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan kekurangan air bersih.

Dinkes Kaltim juga telah mengaktifkan sistem kewaspadaan dini dan respon yang melibatkan puskesmas di tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi dan nasional.

"Data dari puskesmas akan memberikan gambaran tentang potensi kejadian luar biasa, sehingga kita bisa lebih waspada dan mengambil tindakan yang diperlukan," ujar Basuki.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kaltim bekerja sama dengan berbagai sektor terkait untuk memastikan ketersediaan air bersih dan memberikan perawatan yang diperlukan bagi masyarakat yang terkena dampak.

"Penyediaan informasi yang konsisten dan tepat waktu sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat," tutur Basuki.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG BalikpapanKukuh Ribudiyanto menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah Kaltim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.