Jepang Protes Keras atas Peluncuran Rudal Balistik Korut

Jumat, 13 Sep 2024, 00:16 WIB

TOKYO - Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, pada Kamis (12/9), pemerintah Jepang mengajukan protes keras kepada Korea Utara (Korut) terkait peluncuran rudal balistik Pyongyang dan menganggap tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan regional.

Pada Kamis pagi, kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, melaporkan Korut meluncurkan rudal balistik tak dikenal ke arah Laut Jepang.

Ket. Foto: Orang-orang menonton layar televisi yang menayangkan siaran berita dengan cuplikan file uji coba rudal Korea Utara, di Stasiun kereta api di Seoul, Kamis (12/9). — Sumber: AFP/JUNG YEON-JE

Kementerian menambahkan Korut meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah timur laut, dan setidaknya dua di antaranya menempuh jarak 350 kilometer dengan ketinggian maksimum 100 kilometer, sebelum jatuh ke laut.

"Tidak ada laporan kerusakan sejauh ini," bunyi pernyataan itu.

Seperti dikutip dari Antara, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, telah menginstruksikan kementerian terkait untuk melakukan analisis mendetail terkait situasi peluncuran rudal oleh Korea Utara.

"Pemerintah Jepang akan terus bekerja sama erat dengan AS dan Korsel serta akan melakukan segala upaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan," ujar Kishida.

Kepala Staf Gabungan Korsel mengonfirmasi kotut meluncurkan rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang, dan menambahkan jangkauan rudal itu, jika ditembakkan ke arah Korsel, cukup untuk mencapai kota-kota besar di Korsel seperti Seoul dan Daejeon, serta beberapa instalasi militer utama.

Mengancam Perdamaian

Korsel mengecam peluncuran terbaru Korut karena secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, serta berjanji akan memberikan respons tegas.

Peluncuran terakhir ini terjadi setelah Korut memperingatkan pekan lalu bahwa Korsel dan AS akan membayar "harga yang mahal" karena mengadakan latihan tahunan besar-besaran. Korut berulang kali mengecam latihan itu, menyebutnya sebagai latihan untuk menyerang wilayahnya.

Sementara Amerika Serikat dan Korsel berpendapat bahwa latihan mereka bersifat defensif. Sebelumnya, Korsel, AS, dan Jepang sepakat untuk mempercepat pembahasan pembentukan mekanisme alternatif guna memantau penerapan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korut dalam tahun ini.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.