Teheran Pertimbangkan Pulihkan Internet secara Bertahap

Senin, 19 Jan 2026, 02:40 WIB

PARIS – Otoritas Iran mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk secara bertahap memulihkan akses internet setelah memberlakukan pemadaman komunikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya 10 hari yang lalu, yang menurut kelompok hak asasi manusia merupakan kedok penindakan protes yang menewaskan ribuan orang.

Demonstrasi pada akhir Desember yang dipicu oleh kemarahan atas kesulitan ekonomi meledak menjadi aksi protes yang secara luas dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Ket. Foto: Sejumlah warga berbaring di depan Fontaine des Innocents di Place Joachim du Bellay, Paris, Prancis, saat turut serta dalam aksi dukungan terhadap demonstran di Iran pada Minggu (18/1). Kelompok HAM menyatakan korban tewas akibat aksi protes di Iran diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 jiwa. — Sumber: AFP/JULIEN DE ROSA

Para pejabat Irmengatakan demonstrasi tersebut awalnya damai sebelum berubah menjadi kerusuhan dan menyalahkan pengaruh asing, khususnya dari musuh Iran yaitu Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Aksi unjuk rasa mereda setelah penindakan yang oleh kelompok hak asasi manusia disebut sebagai pembantaian yang dilakukan oleh pasukan keamanan di bawah kedok pemadaman komunikasi yang dimulai pada 8 Januari ketika protes semakin besar dan intens.

Para pejabat pemerintah mengatakan ketenangan telah dipulihkan, dengan sekolah-sekolah dibuka kembali pada hari Minggu (18/1) setelah sepekan ditutup.

"Otoritas terkait mengumumkan bahwa akses internet akan dipulihkan secara bertahap,” lapor kantor berita Tasnim pada Sabtu (17/1), tanpa memberikan detail lebih lanjut. “Aplikasi pesan lokal akan segera diaktifkan di intranet domestik Iran,” imbuh kantor berita itu yang mengutip sebuah narasumber informasi yang tidak disebutkan namanya.

Sejak pemadaman komunikasi, Iran mengandalkan intranetnya, yang telah mendukung situs web media lokal, aplikasi transportasi daring, layanan pengiriman, dan platform perbankan.

Laporan Kekejaman

Meskipun masih ada pembatasan, informasi masih tetap mengalir, dengan laporan tentang kekejaman yang muncul, menurut kelompok hak asasi manusia. Amnesty International bahkan mengatakan telah memverifikasi puluhan video dan laporan dalam beberapa hari terakhir.

“Puluhan laporan dan video tersebut menunjukkan bahwa pasukan keamanan tanpa henti menembaki para demonstran dari jalanan dan dari posisi yang lebih tinggi serta rumah sakit telah kewalahan dengan korban luka akibat pembantaian para demonstran," kata peneliti Amnesty untuk Iran, Raha Bahreini, dalam sebuah video yang diunggah secara daring.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Iran Human Rights (IHR), mengatakan telah memverifikasi kematian 3.428 demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan, mengkonfirmasi kasus-kasus tersebut melalui sumber-sumber di dalam sistem kesehatan dan medis, saksi mata, dan beberapa sumber independen di Iran.

LSM tersebut juga memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Media tidak dapat secara independen mengkonfirmasi angka tersebut dan pejabat Iran belum memberikan jumlah korban tewas yang pasti untuk protes tersebut.

“Perkiraan lain menyatakan jumlah korban tewas lebih dari 5.000, namun pemadaman internet telah sangat menghambat verifikasi independen,” kata IHR.

Saluran oposisi Iran International yang berbasis di luar negeri bahkan mengatakan setidaknya 12.000 orang tewas selama protes, mengutip sumber-sumber senior pemerintah dan keamanan.

Pada Sabtu (17/1), pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan beberapa ribu orang telah tewas dan media lokal Iran melaporkan banyak kematian di antara pasukan keamanan.

Khamenei mengatakan pihak berwenang harus menghancurkan kekuatan para penghasut, karena media lokal melaporkan ribuan penangkapan dan kelompok hak asasi manusia memperkirakan hingga 20.000 orang telah ditahan. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.