Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lewat Program Bangkit, Kemendikbudristek dan Google Cetak Talenta Digital

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 18:39 WIB | Oleh:
Lewat Program Bangkit, Kemendikbudristek dan Google Cetak Talenta Digital Doc: muhammad marup
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Abdul Haris, dalam Pembukaan Bangkit 2024 Batch 2, secara daring, Kamis (12/9).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Google Indonesia berkolaborasi mencetak talenta digital di Tanah Air. Melalui program Bangkit, sudah ada 20.000 mahasiswa yang magang di perusahaan-perusahaan yang berkolaborasi dengan Google untuk mengembangkan kompetensi digital.

"Program Bangkit merupakan platform yang membantu mahasiswa dalam menemukan dan juga mengembangkan kompetensi diri untuk memulai karir digital di masa depan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Abdul Haris, dalam Pembukaan Bangkit 2024 Batch 2, secara daring, Kamis (12/9).

Haris menjelaskan, program Bangkit merupakan upaya untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri saat ini di era digital yang dinamis. Menurutnya, ada kebutuhan mendesak untuk talenta yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis. "Dengan demikian, langsung dapat diterapkan di dunia pasca kampus," jelasnya.

Dia mengungkapkan, program Bangkit fokus pada pelatihan dan keterampilan teknis yang relevan seperti machine learning mobile development dan cloud computing. Pelatihan berlangsung selama 900 jam dengan metode pembelajaran dalam jaringan.

Haris menambahkan, ada juga pembelajaran tentang keterampilan teknis soft skill dan tentu bahasa Inggris. Hal tersebut melengkapi pengalaman belajar mahasiswa di program studi masing-masing.

"Selain itu melalui kredensial mikro di bidang digital pengetahuan dari program studi ini setiap mahasiswa akan menjadi semakin relevan. Terbukti ribuan alumni program bangkit telah menguasai spesialisasi baru di bidang machine learning mobile development dan juga cloud computing," katanya.

Dia menerangkan, talenta bangkit diharapkan bisa berkontribusi untuk perusahaan global dan startup. Sebanyak 500 kampus di seluruh Indonesia sudah terlibat dalam program Bangkit.

"Lulusan tidak hanya siap untuk menghadapi tantangan teknologi saat ini, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa depan," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.