Penembakan Artileri dari Anggota RSF Tewaskan 21 Warga Sipil di Sudan Tengah
Selasa, 10 Sep 2024, 00:08 WIBKhartoum - Setidaknya 21 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka akibat penembakan artileri oleh paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) di sebuah pasar di kota Sinnar, Sudah tengah, kata Jaringan Dokter Sudan, Minggu (8/9).
"Sekitar 21 orang tewas dan lebih dari 70 lainnya terluka akibat penembakan artileri oleh Pasukan Pendukung Cepat di pasar Sinnar pada Minggu malam," kata jaringan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Mereka mengutuk "pembantaian yang dilakukan oleh RSF terhadap warga sipil di Sinnar dengan menargetkan daerah tempat orang berkumpul di pasar, yang menyebabkan banyak korban di antara warga sipil yang tidak bersenjata."
Pada 24 Juni, RSF menyerang negara bagian Sinnar dan menguasai beberapa kota.
Sejak pertengahan April tahun lalu, Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan RSF telah terlibat dalam perang yang mengakibatkan lebih dari 20 ribu kematian dan hampir 10 juta orang mengungsi, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ada seruan yang semakin meningkat dari masyarakat internasional dan PBB untuk mengakhiri perang guna mencegah bencana kemanusiaan yang mengancamjutaan orang menuju kelaparan dan kematian karena kekurangan makanan yang disebabkan oleh pertempuran, yang telah menyebar ke 13 dari 18 negara bagian.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Microsoft Perluas Kemitraan dengan AMD, Siapkan Infrastruktur AI Generasi Berikutnya di Azure
-
Priskila Luncurkan Extrait de Parfum Premium Murah di Jakarta X Beauty 2026
-
Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda
-
New York Knicks Menang atas San Antonio Spurs pada Game 1 NBA Finals
-
Mendikdasmen: Dua Program Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan Internasional
-
Pemprov Babel Gelar Kontes Durian, Lima Varietas Unggul Lokal Siap Didaftarkan ke Nasional
-
Petani Perkuat Perlindungan Padi dengan Jaring Pengaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.