• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Microsoft Perluas Kemitraa...

Microsoft Perluas Kemitraan dengan AMD, Siapkan Infrastruktur AI Generasi Berikutnya di Azure

Minggu, 26 Jul 2026, 21:50 WIB

JAKARTA – Microsoft memperluas kemitraan strategis jangka panjang dengan AMD melalui implementasi teknologi prosesor, GPU, jaringan, dan perangkat lunak AMD di platform cloud Microsoft Azure. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur komputasi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk mendukung kebutuhan inferensi model AI berskala besar.

Sebagai bagian dari perluasan kerja sama tersebut, Microsoft akan mengimplementasikan AMD Helios Rackscale Solution dalam skala besar di Azure. Infrastruktur ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan inferensi model AI frontier milik Microsoft, pelanggan AI, serta berbagai layanan Azure AI.

Ket. Foto: Grafis kerja sama Microsoft dengan AMD. Microsoft memperluas kemitraan dengan AMD melalui implementasi AMD Helios, prosesor EPYC Venice, Pensando DPU, dan Azure Boost untuk memperkuat infrastruktur AI Azure. — Sumber: AMD

AMD menyebut pengiriman Helios kepada pelanggan, termasuk Microsoft, akan dimulai pada paruh kedua 2026. Platform rackscale terbuka dan terintegrasi ini menggabungkan GPU AMD Instinct MI455X, prosesor AMD EPYC Venice, teknologi jaringan Pensando, serta perangkat lunak ROCm. Platform tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan pelatihan dan inferensi AI dalam skala besar.

Implementasi Helios di Azure akan digunakan untuk menangani berbagai beban kerja inferensi, mulai dari model AI frontier dan layanan Azure AI hingga aplikasi AI yang dikembangkan pelanggan.

Chair and CEO AMD, Lisa Su, mengatakan perluasan kerja sama dengan Microsoft mencakup berbagai solusi AI AMD yang akan diimplementasikan di Azure.

“AMD dan Microsoft telah bertahun-tahun membangun infrastruktur berkinerja tinggi bersama, dan hari ini kami memperluas kemitraan tersebut ke seluruh rangkaian solusi AI AMD di Azure,” ujar Lisa Su melalui siaran pers pada hari Selasa (21/7).

Menurutnya, implementasi teknologi AMD oleh Microsoft menjadi salah satu tonggak dalam menghadirkan solusi komputasi berkinerja tinggi bagi pelanggan Azure sekaligus memperluas infrastruktur AI generasi berikutnya.

Sementara itu, Chairman and CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan kebutuhan pelanggan terhadap infrastruktur AI terus berkembang dan mencakup berbagai jenis beban kerja. Kebutuhan tersebut tidak hanya meliputi pelatihan dan inferensi model AI, tetapi juga persiapan data, pencarian, hingga reinforcement learning.

“Melalui kolaborasi kami dengan AMD, kami memperluas portofolio infrastruktur Azure dengan menghadirkan AMD Helios guna memberikan performa, skala, dan pilihan yang dibutuhkan pelanggan untuk membangun serta menjalankan aplikasi AI generasi berikutnya,” kata Satya Nadella.

Dua VM Baru Berbasis AMD EPYC Venice

Perluasan kemitraan tersebut juga mencakup penambahan dua virtual machine (VM) baru di Azure yang menggunakan prosesor AMD EPYC Generasi Keenam “Venice”.

Dua VM tersebut adalah Azure HDv2 yang ditujukan untuk kebutuhan agentic AI dan data pipeline, serta Azure HXv2 yang dirancang untuk mendukung kebutuhan desain semikonduktor.

Kehadiran kedua VM tersebut memperluas portofolio prosesor AMD EPYC di Azure untuk menangani beragam beban kerja, termasuk AI, pengolahan data, dan kebutuhan rekayasa atau engineering.

Selain prosesor dan GPU, kolaborasi AMD dan Microsoft juga mencakup pengembangan infrastruktur jaringan. Microsoft memperluas implementasi AMD Pensando DPU untuk mendukung berbagai layanan jaringan Azure.

Kedua perusahaan juga mengintegrasikan teknologi AMD dengan Azure Boost untuk meningkatkan performa jaringan, efisiensi, serta pemrosesan koneksi pada skala cloud.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur yang menghubungkan dan meningkatkan skala layanan Azure, seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi yang dipicu oleh perkembangan AI.

Dengan perluasan kemitraan ini, AMD dan Microsoft berupaya menghadirkan infrastruktur AI terbuka dengan performa tinggi yang menawarkan fleksibilitas, efisiensi, dan skalabilitas bagi pelanggan.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pengembang model AI frontier dalam melatih dan menjalankan model berskala besar. Di sisi lain, pelanggan enterprise dapat memanfaatkan infrastruktur berbasis AMD untuk menerapkan dan meningkatkan skala beban kerja AI produksi melalui Azure Foundry Managed Compute.

Kedua perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan kolaborasi di bidang infrastruktur komputasi dan AI untuk mendukung kebutuhan pelanggan dalam membangun serta menjalankan aplikasi AI generasi berikutnya.

  • Microsoft
  • Cloud Computing
  • AMD
  • Microsoft Azure
  • teknologi AI
  • AMD Instinct GPU
  • Infrastruktur AI
  • AMD EPYC
  • kecerdasan buatan
  • AMD Helios
  • EPYC Venice
  • Azure AI
  • Azure Boost
  • Pensando DPU

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.