Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Butuh Investasi Rp219 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas Listrik EBT

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 10:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Butuh Investasi Rp219 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas Listrik EBT Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah menegaskan pengembangan listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) sesuai komitmen Indonesia dalam Paris Agreement dan target netralitas karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Karena itu, diperlukan setidaknya investasi sebesar 14,2 miliar dollar AS atau setara 218,52 triliun rupiah (kurs saat ini 15.388,90 rupiah/dollar AS) untuk meningkatkan kapasitas listrik EBT menjadi 8,2 gigawatt (GW).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani, menyebut Indonesia memerlukan investasi hingga tahun depan (2025) hingga 14,2 miliar dollar AS guna menaikkan kapasitas dari renewable itu hingga 8,2 gigawatt. "Kita bisa menaikkan bauran energi terbarukan tahun depan dari 13 persen menjadi 21 persen," katanya di Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut Eniya, peningkatan kapasitas listrik EBT sesuai target pada 2025 bukanlah sebuah keniscayaan, namun memerlukan dana investasi yang sangat besar. "Jadi memang perlu dana yang besar, tetapi bukan tidak mungkin," tutur Eniya.

Eniya mengungkapkan beberapa sumber energi terbarukan di Indonesia yang potensi ketersediaanya mencukupi bahkan beberapa melimpah, seperti solar atau tenaga surya (3.294 GW), angin (155 GW), air (95 GW), arus laut (63 GW), bahan bakar nabati atau BBN (57 GW) dan anas Bumi (23 GW).

Untuk sumber energi panas bumi yang potensinya sangat besar dan berperan penting dalam mewujudkan NZE, Eniya mengaku sudah menawarkan pengembangannya kepada investor.

"Indonesia memiliki potensi sumber energi panas bumi yang melimpah hingga mencapai 23,6 GW dengan yang sudah termanfaatkan 2,6 GW (11 persen) sehingga ketersediaannya untuk dimanfaatkan masih sangat terbuka. Sudah kita tawarkan ke berbagai pihak dan sekarang sudah ada yang di-develop. Ada yang masih kita tawarkan kepada investor yang berminat mengembangkan panas bumi di Indonesia," jelas Eniya.

Selain mempunyai potensi yang besar sebagai base load, ketersediaan sumber EBT hampir ada di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah berencana menawarkan lima wilayah kerja panas bumi pada 2025 untuk Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yakni Gn Lawu (+-195 MW), Sipoholo Ria-Ria (+-35 MW) dan Cubadak -Panti (+-30 MW) dan 2 Tender Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), satu di Telaga Ranu (+-85 MW) dan Wapsalit (+-46 MW). "Kami berharap lima lokasi panas bumi tersebut dapat menarik investor untuk mengembangkannya," ucap Eniya.

Komitmen Lemah

Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan komitmen pemerintah melakukan transisi energi masih rendah. Menurutnya, sampai sekarang Indonesia belum juga menjalankan pajak karbon.

Pembangunan masif pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di kawasan industri atas nama pertumbuhan ekonomi masih didukung oleh rangkaian kebijakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.