Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Terpilih Iran Siap untuk 'Dialog Konstruktif' dengan Eropa

📅 Senin, 02 Sep 2024, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memiliki keputusan akhir mengenai semua masalah kebijakan utama di negara tersebut.

Berdasarkan kesepakatan tahun 2015 yang dicapai dengan susah payah, Iran setuju untuk membekukan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional yang melumpuhkan.

Setelah penarikan diri AS dan penerapan kembali sanksi, Iran secara bertahap mulai mengingkari komitmennya terhadap perjanjian tersebut.

"Amerika Serikat juga perlu mengakui kenyataan dan memahami, sekali dan untuk selamanya, bahwa Iran tidak -- dan tidak akan -- menanggapi tekanan," kata Pezeshkian, yang akan dilantik pada tanggal 30 Juli.

Para pihak dalam kesepakatan 2015 dengan Iran melihatnya sebagai cara terbaik untuk menghentikan republik Islam itu membangun bom nuklir -- sebuah tujuan yang selalu dibantah Teheran.

Anggota Uni Eropa, Prancis dan Jerman, juga merupakan pihak dalam kesepakatan itu, bersama dengan Inggris, China, dan Russia.

Negara-negara Eropa mencoba menyelamatkannya, tetapi Iran menuduh mereka bersikap tidak bertindak.

Di bawah mendiang presiden Raisi, Iran berupaya meningkatkan hubungan dengan Tiongkok dan Russiasambil memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga Arab, terutama Arab Saudi, untuk menghindari isolasi yang lebih dalam.

Dalam artikelnya, Pezeshkian menggambarkan Russiasebagai "sekutu strategis yang berharga" dan mengatakan bahwa ia berharap "dapat bekerja sama lebih luas" dengan Tiongkok.

Ia mengatakan Iran ingin bekerja sama dengan negara-negara tetangga Arabnya dan Turki untuk memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan serta "mengatasi tantangan bersama".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.