BRIN Kajikan Pengembangan Alat Deteksi Narkoba Murah dan Bahaya Penyalahgunaan Vape
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 17:52 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bakal mengkaji pengembangan alat pendeteksi narkoba berbiaya terjangkau sekaligus mengusut celah pemanfaatan rokok elektronik atau vape untuk penyalahgunaan narkotika.
Kepala BRIN Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, mengatakan kajian tersebut menjadi bagian dari penguatan riset dan inovasi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
"Kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan itu. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana memperkuat dan meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi," kata Arif seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Selasa (29/9).
Menurut dia, BRIN juga diminta melakukan kajian mengenai deteksi penggunaan narkoba sebagai bagian dari upaya pencegahan dengan biaya yang tidak membebani anggaran.
Selain itu, BRIN akan mengkaji penggunaan vape, dampaknya terhadap kesehatan, serta celah pemanfaatannya dalam penyalahgunaan narkoba.
Arif mengatakan jumlah pengguna vape saat ini telah mencapai lebih dari empat juta orang. Berdasarkan pengujian yang dilakukan BRIN, kata dia, penggunaan vape juga memiliki dampak terhadap kesehatan.
"Vape ini secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, berdampak kepada kesehatan, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas," katanya.
Arif mengatakan vape juga dapat menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan untuk penyalahgunaan narkoba sehingga perlu diantisipasi.
"Namun demikian, vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi," ujarnya.
Terkait hal tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengkaji berbagai regulasi terkait.
Kajian tersebut, menurut Arif, akan didukung hasil riset dan naskah akademik sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peningkatan kualitas pusat rehabilitasi.
"Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba," kata Arif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!