Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menaker Ingatkan Struktur Ketenagakerjaan Indonesia Masih Jadi Tantangan

📅 Jumat, 30 Agu 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menaker Ingatkan Struktur Ketenagakerjaan Indonesia Masih Jadi Tantangan Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam Rakerkonas APINDO di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/8/20/4).

Surabaya - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan struktur internal ketenagakerjaan Indonesia hingga saat ini masih menjadi tantangan terutama terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja.

"Kita masih dihadapkan pada sejumlah tantangan termasuk dari sisi struktur internal ketenagakerjaan di Indonesia," katanya dalam Rakerkonas APINDO di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Ida menuturkan struktur ketenagakerjaan yang dimaksud adalah sebanyak 53,68 persen angkatan kerja di Indonesia yang tingkat pendidikannya hanya sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024.

Berikutnya, sebanyak 59,17 persen penduduk pekerja masih bergerak di sektor informal dan angka kelompok setengah pengangguran yang masih tinggi yaitu mencapai 12,12 juta orang.

Kemudian, relatif masih tingginya tingkat pengangguran yakni yang tertinggi pada kelompok usia muda 15-19 tahun sebanyak 17,4 persen dan 20-24 tahun sebanyak 15,94 persen.

Selanjutnya, pengangguran dengan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 8,6 persen sedangkan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 6,73 persen.

Secara kewilayahan pun tingkat pengangguran tertinggi cenderung berada di perkotaan yaitu mencapai 5,89 persen pada 2024.

Sementara dari 7 juta pengangguran Indonesia menunjukkan 5,87 juta di antaranya mereka sedang mencari pekerjaan baik baru lulus SMA, SMK, Dipolomat, maupun S1.

"Itu tantangan dari internal sektor ketenagakerjaan," ujar Ida.

Meski demikian, Ida menuturkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia berdasarkan data BPS per Februari 2024 turun menjadi 4,82 persen yang merupakan terendah sejak 10 tahun terakhir.

Ia pun mengatakan untuk mengatasi tantangan struktur ketenagakerjaan ini masyarakat dapat memanfaatkan adanya teknologi digital yang membuat banyak jenis pekerjaan baru bermunculan.

Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan masyarakat mendapat penghasilan dari berbagai sektor dengan waktu dan tempat yang lebih fleksibel.

"Kita bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari berbagai belahan dunia meskipun secara fisik tetap berada di Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.