Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jokowi Berharap Bisa Diskusi Perdamaian dengan Paus Fransiskus

📅 Jumat, 30 Agu 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jokowi Berharap Bisa Diskusi  Perdamaian dengan Paus Fransiskus Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. RESMIKAN BENDUNGAN LEUWIKERIS -- Presiden Joko Widodo (tengah) memegang replika kujang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) saat peresmian Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8). Bendungan Leuwikeris yang memiliki volume daya tampung bendungan sekitar 81 juta meter kubik air untuk mengairi daerah irigasi seluas 11.200 hektare itu dibangun sejak tahun 2016 dengan menelan anggaran sebesar 3,5 triliun rupiah.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan harapannya untuk bisa berdiskusi tentang isu global, terutama perdamaian, dengan Paus Fransiskus yang akan melakukan perjalanan apostolik dan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada September 2024.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi usai meresmikan Bendungan Leuwikeris serta modernisasi dan rehabilitasi Daerah Irigasi Menganti Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Kamis (29/8).

"Yang berkaitan utamanya dengan perdamaian. Saya kira itu yang sangat penting yang akan kita bicarakan dengan beliau," kata Presiden Jokowi.

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa agenda utama pertemuan dengan Paus Fransiskus akan membahas upaya penyelesaian konflik-konflik dunia, termasuk situasi di Gaza dan Ukraina, serta konflik-konflik kecil lainnya.

"Agar perdamaian di seluruh konflik perang, baik yang ada di Gaza, baik yang ada di Ukraina, dan konflik-konflik sedang, kecil, lainnya, yang juga ada di beberapa negara juga bisa kita selesaikan," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan dirinya sedapat mungkin akan terus mendampingi Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus selama kunjungan di Indonesia. "Ya sedapat mungkin saya akan bersama beliau," kata Presiden.

Dia menyampaikan semua proses penyambutan Paus ke Indonesia sudah direncanakan dan diharapkan berjalan dengan baik. "Karena beliau akan berkunjung ke beberapa tempat dan juga akan mengadakan misa di Gelora Bung Karno yang akan dihadiri oleh umat Katolik Indonesia," jelas Presiden.

Presiden Widodo juga akan menyambut Paus di Istana Kepresidenan Jakarta secara kenegaraan dan melakukan dialog bersama Paus. Isu yang akan dibahas berkaitan dengan perdamaian dunia.

Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik dan kunjungan kenegaraan ke Indonesia 3-6 September 2024.

Paus akan tiba di Indonesia tanggal 3 September 2024. Selanjutnya pada tanggal 4 September, Paus akan diterima secara kenegaraan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, serta melakukan kegiatan di Istana Negara Jakarta.

Pada tanggal 5 September, Paus akan melakukan kegiatan di Masjid Istiqlal dan di Gereja Katedral Jakarta, serta memimpin misa akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Agen Persaudaraan

Sebelumnya diberitakan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subianto Bunjamin mengatakan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah untuk membawa misi kemanusiaan dan misi persaudaraan.

Dia berharap kunjungan Fransiskus ke Indonesia yang tertunda sejak 2020 akibat pandemi Covid-19, bisa menjadikan Indonesia sebagai agen persaudaraan kemanusiaan di Asia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.