Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Netanyahu Berjanji Akan Tarik Pasukan Mundur dari Koridor Philadelphi

📅 Minggu, 25 Agu 2024, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Netanyahu Berjanji Akan Tarik Pasukan Mundur dari Koridor Philadelphi Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Koridor Philadelphia yang disengketakan Palestina-Israel.

Ankara - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji kepada Presiden AS, Joe Biden, akan menarik mundur tentara Israel sejauh satu kilometer dari 14 kilometer Koridor Philadelphi, yang membentang di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Mesir, dan menempatkan sejumlah kecil pos militer di area tersebut.

Janji ini disampaikan sebagai bagian dari diskusi yang sedang berlangsung antara Israel dan AS mengenai serangan militer di Jalur Gaza dan dampak yang lebih luas terhadap keamanan regional, demikian dilaporkan oleh Channel 12 Israel.

Laporan tersebut tidak merinci kapan penarikan tersebut akan dilakukan atau berapa banyak situs militer yang akan tetap berada di sana.

Koridor Philadelphi, zona penyangga demiliterisasi sepanjang 14 kilometer (8,69 mil) di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, tetap menjadi salah satu poin penting dalam negosiasi antara Israel dan Hamas.

Baik pemerintah Israel maupun pemerintah AS belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai janji yang dilaporkan itu.

Selama beberapa bulan terakhir, AS, Qatar, dan Mesir telah berupaya mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk memastikan pertukaran tahanan, gencatan senjata, dan memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Namun, upaya mediasi ini terhambat oleh penolakan Netanyahu untuk memenuhi tuntutan Hamas agar menghentikan perang.

Israel tetap melanjutkan serangan brutal di Jalur Gaza setelah kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober tahun lalu menyerbu Israel meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 40.200 kematian warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta lebih dari 93.000 luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Blokade yang terus berlangsung di Gaza telah menyebabkan kekurangan parah akan makanan, air bersih, dan obat-obatan, yang membuat sebagian besar wilayah tersebut hancur lebur.

Israel menghadapi tuduhan genosida di Pengadilan Internasional yang telah memerintahkan penghentian operasi militer di kota Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina telah mencari perlindungan sebelum area tersebut diinvasi pada 6 Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.