Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Wilayah Pasifik Menghadapi 'Kehancuran' Iklim

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 15:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB: Wilayah Pasifik Menghadapi 'Kehancuran' Iklim Doc: CNA/AP/Lagipoiva Cherelle Jackson
Ket. Seorang warga duduk di dekat perairan di desa Faleasiu di pulau Upolu di Samoa pada 29 September 2022.

APIA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan pada hari Kamis (22/8) bahwa beberapa wilayah Pasifikmenghadapi "kehancuran" akibat siklon yang disebabkan oleh iklim, gelombang panas laut, dan naiknya permukaan air laut.

Dalam kunjungannya ke Samoa, ia mengatakan nasib kepulauan Pasifik bergantung pada pembatasan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Hampir 200 negara sepakat untuk memperjuangkan target tersebut dalam perjanjian iklim Paris 2015, tetapi perkiraan PBB menunjukkan dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapainya.

"Permukaan air laut yang tinggi dan terus meningkat menimbulkan ancaman yang sangat besar bagi Samoa, Pasifik, dan negara-negara kepulauan kecil berkembang lainnya, dan tantangan ini menuntut tindakan internasional yang tegas," kata Guterres.

Wilayah Pasifik hanya menyumbang 0,02 persen emisi karbon global, katanya.

"Namun Anda berada di garis depan krisis iklim, menghadapi peristiwa cuaca ekstrem mulai dari badai tropis yang dahsyat hingga gelombang panas laut yang memecahkan rekor," lanjut Sekjen PBB.

"Permukaan air laut meningkat bahkan lebih cepat daripada rata-rata global, sehingga menimbulkan ancaman eksistensial bagi jutaan penduduk Kepulauan Pasifik," tambahnya.

"Orang-orang menderita. Perekonomian hancur. Dan seluruh wilayah terancam kehancuran."

Guterres mendesak negara-negara kaya untuk memenuhi komitmen mereka membantu membayar konsekuensi perubahan iklim di negara-negara berkembang.

Ia juga menyerukan aksi internasional untuk mengatasi dampak perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan, dan polusi plastik di Samudra Pasifik.

Guterres mengatakan minat negara-negara besar di kawasan itu meningkat, sebuah singgungan terhadap perebutan kekuasaan dan pengaruh di Pasifik antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya.

"Pasifik paling baik dikelola oleh penduduk kepulauan Pasifik," kata kepala PBB. "Pasifik tidak boleh menjadi forum persaingan geostrategis."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.