Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skema Pasokan Listrik Berlapis untuk Jamin Kelancaran Acara Kenegaraan di IKN

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 03:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skema Pasokan Listrik Berlapis untuk Jamin Kelancaran Acara Kenegaraan di IKN Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Salah sarana transporasi yang menggunakan data listrik yang digunakan untuk pergerakan saat acara kenegaraan di Kota Nusantara, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada 17 Agustus 2024.

Penajam Paser Utara - Skema pasokan listrik berlapis menjamin kelancaran pelaksanaan acara negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Suplai utama berasal dari dua gardu induk dengan sumber listrik dari dua pembangkit berbeda, UPS (uninterrutible power supply), dan genset darurat," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Penajam, Jumat.

Listrik dari kedua pembangkit masuk ke GIS (gasinsulated switchgear) empat di Nusantara. GIS, rincinya, kemudian didukung sejumlah gardu induk bergerak (GI Mobile), 35 UPS plus 28 genset sebagai cadangan darurat.

Sebagai teknisi dan operator, PLN menyiapkan 450 petugas yang bahkan sudah bersiaga beberapa hari sebelum dan setelah peringatan hari kemerdekaan.

Darmawan mengungkapkan, listrik untuk Kota Nusantara berasal dari energi bersih, yaitu dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di Kota Nusantara. PLTS ini menghasilkan daya 10 Mega Watt (MW), sementara kebutuhan harian dan kebutuhan upacara masing-masing hanya 1,5 MW, atau seluruhnya hanya 3 MW.

"Jadi kami sumbangkan kelebihan daya ini ke Sistem Mahakam," jelas Darmawan. Sistem Mahakam adalah sistem distribusi listrik di Kalimantan Timur, dan juga terkoneksi dengan Sistem Barito yang melistriki Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pada sisi distribusi, Darmawan menyebutkan sistem kelistrikan di Kota Nusantara adalah yang paling mutakhir serta indah secara estetika. Kabel ke kantor-kantor atau unit-unit hunian bukan digantung dan direntang dengan tiang-tiang, tapi ditanam sehingga tidak terlihat. Nusantara bebas dari kabel-kabel yang bersliweran.

Di sejumlah lokasi juga disediakan stasiun pengisian daya bagi kendaraan listrik. Selama lima hari terakhir atau sejak Senin 12 Agustus lalu, sudah 4.000 kilowatt hour (kWh) digunakan untuk mengecas mobil atau kendaraan listrik lainnya.

Listrik sejumlah itu, setara dengan 2.600 liter bensin, sementara harga satu kWh hanya Rp3.600 dan harga satu liter bensin pertamax Rp15.000, maka kendaraan listrik lebih hemat.

Stasiun pengisian daya kendaraan listrik untuk umum (SPKLU) di Kota Nusantara antara lain ada di Gedung Sekretariat Negara, di sisi barat Istana Negara. Ada dua unit untuk motor dan empat unit untuk mobil.

Karena itu, juga dengan pengalaman dan kesuksesan menjaga pasokan listrik penyelenggaraan berbagai event penting, Darmawan optimistis upacara HUT RI di IKN berjalan sukses.

"Upacara pada 17 Agustus 2024 adalah permulaan, karena ke depan kita punya visi yang sangat besar yaitu membangun sistem kelistrikan yang terbaik mendukung IKN, mendukung pembangunan Indonesia," demikian Darmawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.