Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Telegram Tambahkan Cara Baru bagi Pembuat Konten Hasilkan Uang

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 20:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Telegram Tambahkan Cara Baru bagi Pembuat Konten Hasilkan Uang Doc: ANTARA/Pixabay

JAKARTA - Telegram mengumumkan, Rabu (14//8), bahwa mereka menambahkan cara baru bagi pembuat konten untuk menghasilkan uang di platformnya.

Yang paling menonjol, platform ini meluncurkan langganan berbayar bulanan yang dapat dibeli pengguna menggunakan mata uang digital aplikasi, Stars, untuk mendapatkan akses ke konten tambahan dari pembuat konten.

Pembuat konten kini dapat membuat tautan undangan yang memungkinkan pengguna bergabung dengan saluran dengan imbalan pembayaran bulanan dalam bentuk bintang.

Ide di balik fitur ini adalah untuk memungkinkan pembuat konten membebankan biaya untuk akses tambahan atau awal ke konten dengan cara yang mirip dengan Patreon.

Pembuat konten dapat menetapkan harga untuk konten mereka dan dapat mengubah Bintang menjadi hadiah mata uang kripto Toncoin atau iklan bersubsidi. Telegram mengambil komisi dari transaksi yang melibatkan Stars, namun perusahaan belum merinci berapa besarnya.

Telegram juga meluncurkan Star Reactions, yang memungkinkan pengguna untuk secara langsung mendukung pembuat konten favorit mereka.

Star Reactions mirip dengan fitur Super Thanks di YouTube dan fitur Tips X. Kreator mendapatkan 100 persen bintang yang mereka terima melalui fitur reaksi.

Fitur-fitur baru ini merupakan kelanjutan dari upaya Telegram saat ini untuk membantu pembuat konten mendapatkan uang melalui platformnya.

Bulan lalu, perusahaan mulai mengizinkan pembuat konten berbagi konten berbayar ke saluran mereka, dan beberapa bulan yang lalu, Telegram meluncurkan pembagian pendapatan iklan dengan pembuat konten.

Pengumuman ini datang ketika Telegram mencapai 950 juta pengguna aktif pada bulan lalu, dan bertujuan untuk melampaui angka 1 miliar pada tahun ini.

Awal tahun ini, pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan perusahaannya memperkirakan akan mencapai profitabilitas tahun depan dan sedang mempertimbangkan untuk go public. Demikian disiarkan TechCrunch Rabu (14/8) waktu setempat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.