Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Atasi Kesulitan Kerja Gen Z

📅 Senin, 12 Agu 2024, 11:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Atasi Kesulitan Kerja Gen Z Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah perlu memberi perhatian lebih besar lagi terhadap masalah generasi Z yang sulit memperoleh pekerjaan. Baru-baru ini ramai diperbincangkan baik di media sosial maupun media massa, jumlah pengangguran di Indonesia meningkat pesat.

Gen Z adalah mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012. Sebagian besar generasi Z adalah anak-anak dari generasi X atau milenial yang lebih tua. Generasi Z lahir pada awal abad ke-21, dan sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan akses internet dan teknologi digital sejak usia muda.

Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Meikyansah, mendorong pemerintah untuk memberi atensi lebih. "Polemik gen Z mencari pekerjaan itu memang harus dibahas lebih komprehensif ya. Apa masalah yang sebenarnya dan bagaimana cara mengatasinya agar segera mendapat solusi untuk generasi muda ini," ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (11/8).

Lebih lanjut, Charles menyoroti isu gen Z yang sulit mendapatkan pekerjaan. Hal ini membuat miris mengingat seharusnya gen Z saat ini berada dalam usia produktif.

"Ini kan ramai di media sosial, gen Z sulit mendapat kerja karena kebijakan dan syarat mendapat pekerjaan terlalu sulit. Pemerintah harus beri atensi lebih dan segera temukan solusinya," ungkap Charles.

Menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Februari 2024, ada 3,6 juta gen Z usia 15-24 yang menganggur tahun ini. Sementara total pengangguran terbuka di Indonesia ada di angka 7,2 juta. Itu artinya, gen Z menyumbang 50,29 persen dari total pengangguran terbuka di Indonesia.

Jika ditambah dengan mereka yang tergolong bukan angkatan kerja, tetapi tidak sedang sekolah atau pelatihan (Not in Employment, Education or Training/ NEET), jumlah pengangguran mencapai 9,9 juta orang.

Menurut Charles, walaupun masalah budaya kerja hingga perilaku gen Z yang dinilai dapat mengubah sistem kerja di perusahaan, hal itu seharusnya tidak serta merta membuat mereka "disingkirkan" dari persaingan dunia kerja.

"Gen Z ini memiliki keunggulan di industri kreatif, yang sangat penting dan dibutuhkan dalam era digital saat ini, mereka seharusnya bisa diberdayakan dengan baik dan diberikan pendidikan nonformal tentang budaya kerja," jelas Legislator Dapil Jawa Timur IV itu.

Memang belakangan banyak perusahaan yang mengeluhkan etika kerja gen Z yang tidak biasa dan kerap membuat rugi perusahaan. Dalam dunia kerja, gen Z diketahui memiliki kekhasan sendiri karena mayoritas memilih pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhannya, seperti work life balance, bekerja remote, dan sangat konsen terhadap komponen gaji.

"Sebenarnya baik ya tuntutan-tuntutan itu, namun banyak perusahaan yang masih memiliki budaya lama di mana menuntut karyawan militan dalam bekerja. Harus ada formulasi yang adil agar ada win-win solution untuk semua," terang Charles.

Investasi Minim

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan saat ini klaim investasi mampu meningkatkan serapan kerja perlu dipertanyakan.

Investasi yang masuk ke Indonesia makin dominan padat modal yang artinya tidak butuh banyak tenaga kerja. Kalaupun ada tenaga kerja bersifat semi skilled dan high skilled.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.