Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Obelisk, Menara untuk Menghormati Dewa Matahari

📅 Senin, 12 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Firaun Kerajaan Baru mendirikan lebih banyak obelisk daripada yang lain dengan keyakinan bahwa mereka akan tetap hidup melalui monumen-monumen ini karena persembahan akan terus dibawa kepada mereka setelah kematian mereka. Obelisk-obelisk tersebut kemudian mewakili dewa yang hidup, vitalitas dan keabadian firaun, serta konsep dualitas dan keseimbangan. Tidak peduli siapa atau apa lagi yang mereka peringati, mereka ditinggikan dan diposisikan dengan hati-hati sehingga cahaya pertama dan terakhir hari akan menyentuh puncaknya untuk menghormati dewa matahari.

Dewa matahari dianggap melakukan perjalanan berbahaya di malam hari di mana ia harus menavigasi tongkangnya melalui dunia bawah dan menghindari kehancuran oleh ular besar Apophis. Orang Mesir melakukan upacara untuk menangkal dan melemahkan Apophis dan menjaga dewa matahari tetap aman dan dengan cara ini mereka mengambil bagian dalam siklus siang dan malam.

Konstruksi dan Penempatan

Obelisk terbesar yang pernah dibuat tidak pernah didirikan yang disebut "obelisk yang belum selesai" milik firaun Hatshepsut (1479-1458 SM) yang masih berada di tempat ditinggalkannya di tambang Aswan, sebuah situs yang secara teratur digunakan untuk menambang batu bagi monumen tersebut.

Obelisk yang belum selesai tersebut diperkirakan telah dipesan untuk ditempatkan di Karnak, tempat Hatshepsut telah mendirikan monumen yang sekarang dikenal sebagai Obelisk Lateran yang dipindahkan ke Roma pada abad ke-4 M oleh Constantius II.

Obelisk yang belum selesai tersebut berukuran 137 kaki (42 meter) dan diperkirakan beratnya 1.200 ton. Pengerjaan monumen itu dihentikan karena retak saat dipahat, sehingga tetap berada di tempatnya, sama seperti saat ditinggalkan ribuan tahun lalu saat para pekerja.

Tanda dari peralatan kuno dan tanda pengukuran pekerja terlihat jelas pada bagian tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana obelisk digali.

Tidak diketahui secara pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan para pekerja untuk menambang dan membentuk obelisk, tetapi seluruh proses, dari penggalian awal hingga pengangkutan hingga peninggian monumen bisa memakan waktu sekitar tujuh bulan.

Sejarawan Margaret Bunson menggambarkan proses pemindahan obelisk dari tambang di Aswan ke tujuannya di Thebes. "Ketika pilar diukir dengan memuaskan, tali digantungkan di sekelilingnya dan batu diangkat serta diletakkan di atas kereta luncur yang berat. Diperlukan beberapa ribu pekerja untuk menarik kereta luncur ke tepi Sungai Nil," tulis dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.