St. Petersburg, Jendela Russia ke Eropa Barat
📅 Kamis, 08 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoBangunan-bangunan terkemuka di pulau ini meliputi Twelve Collegia, yang dimaksudkan untuk menampung kementerian pemerintah, dan Istana Menshikov, yang lebih megah daripada tempat tinggal tsar manapun.
Dinamika Politik
Pada tahun 1762, Catherine II dari Russia (Catherine yang Agung) naik takhta setelah menggulingkan suaminya, Peter III. Sebagai seorang putri Jerman yang tidak memiliki darah Russia sedikit pun, ia berusaha melegitimasi kekuasaannya dengan menugaskan pematung Prancis Étienne-Maurice Falconet untuk membuat monumen Peter yang Agung.
Dijuluki "Penunggang Kuda Perunggu", tsar tersebut duduk di atas kuda yang sedang berdiri tegak menghadap Sungai Neva. Patung ini berdiri di atas alas yang terbuat dari batu seberat 1.500 ton yang diangkut dari Teluk Finlandia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putra dan penerus Catherine, Paul I, seorang individu eksentrik yang terinspirasi oleh kisah-kisah ksatria Eropa abad pertengahan, membangun Kastil Mikhailovsky yang megah di tepi kiri Sungai Fontanka. Ia pindah ke kediaman tersebut pada awal tahun 1801 saat kastil tersebut masih belum selesai dibangun dan terbunuh dalam kudeta istana pada bulan Maret.
Paul telah menugaskan Andrey Voronikhin untuk membangun Katedral Kazan. Tiang-tiangnya berbentuk setengah lingkaran menghadap Nevsky Prospekt mengingatkan yang melihatnya akan pada Basilika Santo Petrus di Roma. Katedral ini baru selesai pada tahun 1811, selanjutnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan piala perang yang direbut dari Napoleon pada tahun 1812.
Pada bulan Desember 1825, setelah kematian mendadak Alexander I di Taganrog, sekitar 3.000 tentara Russia berkumpul di sekitar Penunggang Kuda Perunggu di Lapangan Senat untuk memprotes Tsar Nicholas I, yang naik takhta setelah kakak laki-lakinya, Konstantinus, diam-diam menolak suksesi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para perwira yang memimpin demonstrasi mendukung reformasi konstitusional liberal dan memanfaatkan kebingungan atas suksesi untuk menyampaikan tuntutan mereka. Setelah pertikaian yang menegangkan, Gubernur Jenderal St. Petersburg, Mikhail Miloradovich, terbunuh, dan Nicholas memerintahkan pasukan artilerinya untuk menembaki para pemberontak.
Para pemimpin Desembris dipenjara di Benteng Peter dan Paul, dan lima pemimpin terkemuka dieksekusi di tempat itu. Penyair Russia yang terkenal, Alexander Pushkin, diselidiki atas hubungannya dengan Desembris, tetapi dibebaskan setelah Tsar Nicholas menawarkan diri untuk menjadi sensor pribadinya.
Paruh kedua abad ke-19 menyaksikan pertentangan yang semakin radikal terhadap rezim tsar, dan Tsar Alexander II yang melakukan reformasi telah selamat dari beberapa upaya pembunuhan hingga Maret 1881.
Kekerasan politik di St. Petersburg meningkat pada pergantian abad ke-20. Pada bulan Januari 1905, demonstrasi massa yang mengajukan petisi kepada Tsar Nicholas II untuk reformasi konstitusional ditumpas dengan kejam oleh Cossack di Palace Square. Insiden tersebut memicu Revolusi 1905, yang menyebabkan kekaisaran mengalami kekacauan politik selama setahun penuh. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!