Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

To Lam Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi

📅 Senin, 05 Agu 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
To Lam Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Doc: AFP/NHAC NGUYEN
Ket. To Lam

HANOI - Presiden Vietnam, To Lam, secara resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi negara itu pada Sabtu (3/8), dan ia berjanji untuk mempercepat kampanye antikorupsi yang telah menjerat ribuan orang.

Partai Komunis memilih Sekretaris Jenderal Lam pada sesi sidang pagi, kata partai tersebut pada konferensi pers, menjadikannya tokoh paling berkuasa dalam struktur kepemimpinan Vietnam.

Kenaikan jabatan Lam terjadi dua pekan setelah kematian Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong, pemimpin paling berkuasa di Vietnam dalam beberapa dekade, yang memimpin apa yang disebut sebagai tindakan keras terhadap korupsi.

Dalam pidato pertamanya sebagai sekretaris jenderal, Lam berjanji untuk mempercepat kampanye yang telah menyebabkan banyak pejabat tinggi dan pemimpin bisnis senior menghadapi dakwaan.

"(Saya akan) terus mempercepat pemberantasan korupsi, tidak peduli siapa orangnya," kata Lam dalam konferensi pers. "Kami telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, dan teman-teman internasional, dalam perjuangan kami," imbuh dia.

Sekretaris jenderal partai adalah tokoh paling berkuasa dalam struktur kepemimpinan Vietnam, sedangkan jabatan presiden hanya menjalankan peran seremonial termasuk bertemu dengan mitra asing. Lam menjadi presiden pada Mei lalu setelah pendahulunya mengundurkan diri di tengah pembersihan besar-besaran antikorupsi. Belum jelas apakah Lam akan terus menjabat sebagai presiden secara bersamaan.

"To Lam tidak takut menjatuhkan beberapa orang yang sangat penting," kata Carl Thayer, profesor emeritus di Universitas New South Wales, kepada AFP. "Dia akan melakukannya lagi," imbuh dia.

Transaksi Melambat

Sekretaris Jenderal terdahulu, Trong, meninggal dua pekan lalu di Hanoi karena usia tua dan penyakit serius dan Lam kemudian secara informal menerima tampuk kekuasaan.

Perpindahan formalnya ke jabatan tertinggi ini menyusul karier panjangnya di kementerian keamanan publik yang penuh rahasia, yang menangani pemantauan perbedaan pendapat dan pengawasan terhadap aktivis di negara satu partai, Vietnam. Lam, 67 tahun, memimpin kementerian tersebut dari tahun 2016 hingga ia menjadi presiden awal tahun ini.

Meskipun kampanye "tungku yang menyala-nyala" terbukti populer di kalangan masyarakat, para analis memperingatkan gejolak ini mengancam reputasi stabilitas negara. Partai Komunis telah mengalami serangkaian pergolakan dalam beberapa bulan terakhir, dengan para menteri, pemimpin bisnis, dan dua presiden semuanya terpuruk sebagai akibat dari kampanye antikorupsi besar-besaran tersebut.

Karena banyak orang yang takut menjadi sasarannya, transaksi sehari-hari di dunia usaha dan pemerintahan pun melambat.

"Pengambilan keputusan di Vietnam melambat karena masyarakat takut mereka akan melewati batas dan melibatkan mereka dalam tuduhan korupsi," kata Thayer. "To Lam harus menyelesaikannya," tutur dia.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.