Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tuding TikTok Melanggar Privasi Pengguna Muda

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Tuding TikTok Melanggar Privasi Pengguna Muda Doc: USAToday
Ket. AS melancarkan serangan baru terhadap TikTok.

SAN FRANCISCO - Amerika Serikat menggugat TikTok pada hari Jumat (2/8), mengatakan perusahaan itu telah membahayakan keselamatan jutaan anak-anak dengan mengumpulkan data pribadi mereka tanpa izin orang tua.

Ini adalah serangan hukum terbaru Washington terhadap TikTok, yang juga tengah berjuang melawan hukum AS yang memaksa induk perusahaannya di Tiongkok, ByteDance, untuk menjual platform video tersebut atau menghadapi larangan nasional.

Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) bergabung dalam gugatan perdata hari Jumat mengatakan aplikasi tersebut melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak (COPPA).

"TikTok secara sadar dan berulang kali melanggar privasi anak-anak, mengancam keselamatan jutaan anak di seluruh negeri," kata ketua FTC Lina Khan dalam rilisnya.

COPPA melarang situs web mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa izin orang tua.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa sejak 2019 TikTok telah mengizinkan anak-anak menggunakan aplikasi tersebut, mengumpulkan dan menggunakan data pribadi dari pengguna muda tanpa sepengetahuan orang tua mereka.

Bahkan akun yang dibuat dalam "Mode Anak" yang ditujukan untuk pengguna di bawah usia 13 tahun mengumpulkan alamat email dan informasi pribadi lainnya, demikian isi gugatan tersebut.

TikTok dan perusahaan induknya ByteDance sering "gagal menghormati" permintaan orang tua untuk menghapus akun dan data anak-anak mereka, dan memiliki kebijakan yang tidak efektif untuk mengidentifikasi dan menghapus akun yang dibuat oleh anak-anak, kata pejabat Departemen Kehakiman dalam rilis tersebut.

Juru bicara TikTok Alexander Haurek menegaskan, perusahaannya memiliki perlindungan untuk memastikan pengalaman yang sesuai dengan usia, dan menghapus akun-akun yang dicurigai berasal dari pengguna di bawah umur.

"Kami tidak setuju dengan tuduhan ini, yang banyak di antaranya terkait dengan peristiwa dan praktik masa lalu yang secara faktual tidak akurat atau telah ditangani," katanya kepada AFP.

"Kami bangga dengan upaya kami untuk melindungi anak-anak, dan kami akan terus memperbarui dan meningkatkan platform ini."

Lima tahun lalu, AS mengajukan gugatan yang berfokus pada COPPA terhadap aplikasi bernama Musical.ly, yang dibeli dan digabungkan ByteDance ke TikTok.

Kasus tersebut mengakibatkan TikTok harus mengambil langkah-langkah untuk mematuhi undang-undang privasi anak, menurut pejabat departemen kehakiman.

Ancaman Keamanan?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.