Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sidang Ke-2 IPPP Momentum Dorong Konsep Ekonomi Biru

📅 Senin, 29 Jul 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sidang Ke-2 IPPP Momentum Dorong Konsep Ekonomi Biru Doc: ANTARA/HO-BKSAP DPR
Ket. Dokumentasi - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (paling kanan) saat Sidang Ke-2 Indonesia-Pasific Parliamentary Partnership (IPPP) di Jakarta pada 25-26 Juli.

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Sidang Ke-2 Indonesia-Pasific Parliamentary Partnership (IPPP) yang berlangsung di Jakarta pada 25-26 Juli 2024 menjadi momentum untuk mendorong konsep ekonomi biru (blue economy) karena negara di kawasan Pasifik dikelilingi lautan.

Hal tersebut, kata dia, sebagaimana tema yang diusung dalam forum parlemen negara-negara Pasifik itu yang bertajuk Partnership for Prosperity: Fostering Regional Connectivity and Inclusive Development.

"Kita harus merawat laut kita, memang blue economic menjadi penting karena perikanan potensinya di situ," kata Putu Supadma dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (28/7).

Dia menekankan bahwa potensi maritim dari ekonomi biru sangat besar sebab negara-negara di Pasifik dikelilingi oleh lautan, begitu pula dua per tiga wilayah Indonesia. "Kedua, segala potensi dan richness (kekayaan). Keindahan alam karena laut kita sangat luar biasa kaya. Jadi potensi pertama hubungannya dengan food security kita," ujarnya.

Dia juga menyebut pertanian pesisir dan potensi kepariwisataan penting untuk dibuatkan format kerja sama dengan konsep ekonomi biru karena biasanya negara yang dikelilingi oleh lautan itu sangat indah.

"Bayangkan, Indonesia memiliki Raja Ampat, Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Bali serta pulau lainnya. Di Pasifik juga begitu indahnya. Jadi destinasi dan potensi pariwisata begitu besar," ucapnya.

Dari sisi food security, dia mengingatkan pula keberlangsungan potensi laut perlu dijaga karena begitu banyak kekayaan hayati yang dapat dikonsumsi.

Dia menambahkan bahwa ke depannya ekonomi harus diperoleh secara sustainable atau berkelanjutan sehingga potensi yang ada harus mampu digali untuk kebutuhan peningkatan ekonomi masyarakatnya."Terakhir, laut juga harus kita jaga preservasinya dan menjaganya agar tetap berkesinambungan, lestari sepanjang masa bagi genearsi berikutnya," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.