Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Satu Kelurahan di Mataram Bebas dari Kasus Stunting

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 16:17 WIB | Oleh:
Dinkes: Satu Kelurahan di Mataram Bebas dari Kasus Stunting Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Kegiatan pengukuran tinggi badan balita di Posyandu Kantor Lurah Kebun Sari, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan satu kelurahan dari 50 kelurahan di Kota Mataram dinyatakan bebas kasus stunting.

"Alhamdulillah, Kelurahan Mataram Barat, salah satu dari 50 kelurahan di Mataram sekarang bebas sudah stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Rabu.

Secara keseluruhan Dinkes Kota Mataram mencatat kasus stunting di Kota Mataram tersisa 7,9 persen atau 1.900 balita. Jumlah itu turun dari data 2023 sebesar 8,61 persen atau lebih dari 2.000 balita.

Emirald mengatakan keberhasilan Kelurahan Mataram Barat dengan nol kasus stunting tersebut berkat kerja keras kelurahan bersama para kader yang aktif melakukan kunjungan dan intervensi sasaran.

Termasuk berkoordinasi dengan tim Dinkes yang ada di puskesmas sehingga Dinkes juga ikut aktif datang mendukung memberikan bantuan dan program sehingga kasus stunting di Kelurahan Mataram Barat nihil.

"Apa yang dilakukan kelurahan tersebut patut dicontoh kelurahan-kelurahan lain agar Kota Mataram bisa nol kasus stunting," katanya.

Di sisi lain, Emirald mengatakan untuk mendukung kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting, Dinkes siap datang ketika kelurahan atau kader aktif memberikan informasi program kegiatan.

"Kami siap turun memberikan memotivasi dan mendukung warga, jika kelurahan atau kader aktif memberikan kami informasi program stunting," katanya.

Terkait dengan itu, setelah nol kasus stunting di Kelurahan Mataram Barat, saat ini sedang dilakukan program pencegahan agar tidak ada kasus baru melalui penanganan dari hulu.

Artinya, penanganan dari kesehatan remaja, calon pengantin, dan ibu hamil melalui program periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan mengoptimalkan pemantauan ibu hamil.

"Ibu hamil yang kekurangan gizi juga bisa menjadi pemicu kasus stunting baru. Jadi ibu hamil harus terus dipantau," katanya.

Menurutnya, kasus stunting disebabkan multi faktor diantaranya selain kekurangan gizi ibu hamil juga bagaimana pola asuh, pemberian asupan makanan, kesehatan lingkungan, dan sanitasi juga sangat mempengaruhi kesehatan anak sehingga bisa menyebabkan stunting.

Terkait dengan itu, dalam penanganan kasus stunting di Kota Mataram saat ini juga dilakukan secara kolaborasi baik dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dibagi untuk bertanggung jawab di masing-masing kelurahan melakukan penurunan stunting, pihak swasta, dunia usaha dan lainnya.

"Intervensi penangan stunting yang kita berikan di masing-masing wilayah binaan sama. Kami juga rutin memberikan masukan ke OPD terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Bahkan, program pemberian dua butir telur untuk memenuhi protein balita stunting yang sudah berjalan sudah dilengkapi dengan tambahan protein dari daging dan sayur.

Dengan demikian, diharapkan bisa mempercepat perbaikan kualitas gizi balita stunting dan dilakukan terapi selama 90 hari atau tiga bulan.

"Hasil dari pemberian makanan tambahan itu, baru bisa kita lihat atau evaluasi minimal setelah tiga bulan," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.