Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demokrasi di Jakarta Harus Diperkuat

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Demokrasi di Jakarta Harus Diperkuat Doc: ISTIMEWA
Ket. Badiul Hadi Manajer Riset Seknas Fitra - Kekhususan Jakarta justru harus diperkuat dengan sistem demokrasi yang sehat dan baik, wali kotanya harus dipilih langsung oleh rakyat. Dengan begitu, kekhususan itu semakin kuat.

JAKARTA - Setelah melepas status sebagai Ibu Kota Negara, sistem pemerintahan di Provinsi Daerah Khusus Jakarta harus diperkuat. Hal itu dengan membangun sistem yang lebih demokratis melalui pengambilan keputusan-keputusan yang berkualitas dan solutif, sehingga bisa mengatasi masalah utama Jakarta, seperti banjir, kemacetan, polusi, dan tingkat kemiskinan penduduknya.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan dorongan agar status Jakarta sama dengan daerah lain wajar. Kekhususan Jakarta, terangnya, tentu sangat berbeda dengan Yogyakarta yang memang memiliki sistem administrasi berbeda.

"Kekhususan Jakarta justru harus diperkuat dengan sistem demokrasi yang sehat dan baik, kepala daerahnya dipilih langsung oleh rakyat. Dengan begitu, kekhususan itu semakin kuat," tegas Badiul.

Sebagai daerah yang didesain menjadi pusat perekonomian, pemerintah Daerah Khusus Jakarta harus memperkuat distribusi anggaran agar antardaerah tidak mengalami ketimpangan dalam pembangunan dan pelayanan publik.

"Jakarta masih bisa dijadikan barometer dalam penguatan demokrasi di Indonesia ketika kepala daerahnya dipilih secara langsung," ungkap Badiul.

Senada dengan Badiul, Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, menegaskan yang harus disadari bahwa titik berat otonomi daerah itu ada pada kabupaten/kota, bukan di provinsi.

"Itu berarti pemilihan wali kota oleh gubernur seperti yang terjadi di Jakarta bertentangan dengan semangat otonomi daerah," tegasnya.

Kalau berkaca pada prinsip otonomi daerah yang baik, maka pada sistem pemerintahan harus mengedepankan rakyat dalam menentukan siapa pemimpinnya. Hal itu penting karena masyarakat kenal dan tahu siapa pemimpin yang memiliki hati dalam membantu rakyat kecil.

"Pemimpin yang berasal dari rakyat pasti akan memiliki rasa cinta yang besar kepada rakyatnya, hal inilah yang saat ini sedang diharapkan oleh rakyat," tandas Siprianus.

Oleh sebab itu, tata kelolah dan sistem administrasi yang ada di DK Jakarta perlu ditata kembali. Hal itu penting agar sistem administrasi yang ada bisa lebih demokratis dan manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat banyak.

"Seperti yang kita lihat pada daerah-daerah lain di luar Jakarta yang memiliki sistem administrasi yang tertata dengan baik dan mengedepankan demokrasi memberi dampak yang signifikan pada upaya pemenuhan hajat hidup orang banyak," paparnya.

Sayang Belum Diatur

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Pergerakan Advokat, Heroe Waskito, menyayangkan pembentukan UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang baru saja disahkan pada April 2024, belum mengatur secara spesifik mengenai pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan wali kota (pilwalkot) secara langsung di wilayah-wilayah yang saat ini dipimpin oleh wali kota.

Padahal dengan status baru Jakarta setelah tidak menjadi Ibu Kota Negara, peran strategis Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, dan budaya memerlukan partisipasi publik yang lebih intens di tiap wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.