Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN: Jumlah Kendaraan Listrik Tentukan Daerah Prioritas Pembangunan SPKLU Tiang Listrik

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN: Jumlah Kendaraan Listrik Tentukan Daerah Prioritas Pembangunan SPKLU Tiang Listrik Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Edi Srimulyanti (kiri) dalam sebuah diskusi media di ajang pameran GIIAS 2024, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (19/7/2024).

JAKARTA - PT PLN (Persero) mengatakan jumlah kendaraan listrik (EV) dalam suatu daerah menjadi faktor penentu lokasi yang diutamakan untuk dibangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tiang listrik.

"Basisnya di kota itu adalah banyak komposisi volumenya, sudah berapa banyak EV yang beredar. Tentunya kalau semakin banyak mobilnya di kota, di situ akan banyak (SPKLU tiang listrik)," kata Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Edi Srimulyanti di pameran GIIAS 2024, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (19/7).

Menurut dia dengan tersebarnya aset tiang listrik milik PLN di seluruh Indonesia, upaya pemenuhan kebutuhan SPKLU bisa lebih mudah direalisasikan.

Akan tetapi, Edi tidak menampik masih terdapat tantangan dalam menghadirkan SPKLU di tiang listrik. Tantangan yang dimaksud berupa risiko keamanan seperti rawan hilang karena infrastruktur pengisian daya EV tersebut dibangun di tempat terbuka.

"Jadi ada dua model. Kalau pakai tiang besi kita masukan di dalamnya, besinya kita lubangi dan mesinnya kita taruh di dalam tapi kalau tiang beton kan ga mungkin kita lubangi," ujar Edi.

"Kalau yang tiang beton kita kalungkan. Nah yang cukup rawan adalah yang dikalungkan ini," katanya menambahkan.

Kendati demikian, PLN optimistis untuk membangun lebih banyak SPKLU tiang listrik di Indonesia dengan menargetkan 2.000 unit terpasang pada 2024.

Diketahui, PLN EYE atau SPKLU bertipepole mounted chargermerupakan inovasi menghadirkan EV Charger dengan memanfaatkan tiang listrik PLN. Keberadaan EV Charging ini diharapkan dapat menjangkau semua pengguna kendaraan listrik yang ingin mengisi ulang daya baterai kendaraannya.

Sampai saat ini PLN masih menggunakan daya yang lebih rendah untuk SPKLU tiang listrik, yakni mulai dari 7 Kw dan juga 22 kW. Sehingga, tipe pengisi daya AC yang baru bisa menggunakan fasilitas ini.

Saat ini sudah ada tiga prototipe SPKLU PLN EYE yang terpasang dan telah beroperasi. Sebarannya, yakni dua di Kantor PLN KS Tubun Jakarta Barat, dan satu di Sekolah Dasar (SD) Yasporbi Bidakara, Jakarta Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.