Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecubung Bisa Memabukkan, Kenali Ciri Khususnya dari Daun hingga Buah

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 09:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kecubung Bisa Memabukkan, Kenali Ciri Khususnya dari Daun hingga Buah Doc: ANTARA/Pixabay-Akumarphotos
Ket. Ilustrasi dari buah kecubung (Datura Metel) di atas pohon.

JAKARTA - Tanpa disadari, pastinya kita sering melihat tanaman kecubung di lingkungan sekitar. Kecubung, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Datura metel, ternyata memiliki ciri khusus yang dapat dikenali dengan mudah. Hal ini penting untuk diketahui.

Mengapa menjadi hal penting? Sebab, jika kecubung dikonsumsi secara langsung dan berlebihan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran atau halusinasi. Tidak menutup kemungkinan dapat berujung kematian.

Ciri khusus tanaman kecubung, merangkum dari berbagai sumber:

1. Daun bergerigi dan batang yang tebal

Daun yang besar, berbentuk lonjong bulat dengan pinggir daun yang bergerigi dan tulang daun yang menyirip merupakan ciri khas daun kecubung. Daun kecubung berwarna hijau tua dan bertekstur bulu halus. Batang kecubung memiliki kayu yang tebal dan bercabang dengan ketinggian beberapa meter.

2. Bunga berbentuk terompet

Bunga tanaman kecubung yang besar dan indah adalah salah satu cirinya yang paling menonjol. Uniknya, bunga kecubungberbentuk terompet terbalik. Warna bunga kecubung memiliki banyak variasi, antaralainputih, ungu, dan kuning. Banyak yang menyebutkan bahwa kecubung warna putih paling beracun.

Panjang bunga relatif berbeda, tetapi rata-rata sekitar 18-20 cm. Bunga kecubung biasanya mekar pada malam hari dan berbausangat khas.

3. Buah yang berduri

Buah kecubung berbentuk bulat agak melonjong dengan diameter 4-5 cm. Bagian luar buah kecubung memiliki duri-duri pendek. Dalam buah kecubung terdapat biji buah kecil kuning kecoklatan. Buah yang lebih tua berwarna hijau tua, sedangkan buah yang lebih muda berwarna hijau pucat cerah.

4. Semua bagian kecubung beracun

Seluruh bagian kecubungberbahaya karena mengandung alkaloid tropane seperti hyoscyamine, scopolamine, dan atropin. Tumbuhan ini mengandung senyawa beracun di seluruh bagiannya, termasuk bunga, daun, bijinya, hingga akar. Jika tertelan dalam jumlah berlebihan dapat mengakibatkan halusinasi, demam, bahkan kematian.

5. Berumur pendek

Kecubung termasuk tumbuhan perdu. Meski tidak sama dengan perdu lainnya yang berumur panjang, kecubung hanya bertahan sekitar satu tahun. Tanaman kecubung ini memiliki umur yang pendek meskipun merupakan tumbuhan perdu.

Itulah ciri khusus tumbuhan kecubung yang dapat dikenal. Jika tumbuhan kecubung berada di lingkungan sekitar, lebih baik dihindari. Namun, untuk kepentingan medis atau pengobatan tradisional, pakailah sesuai kebutuhan dengan dosis atau takaran yang wajar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bogor Barat Bakal Punya Kereta Baru, 6 Stasiun Siap Dibangun dari Parung Panjang ke Jasinga
    Preview komentar:
    Nomor WhatsApp resmi Neobank. Ini dia, WhatsApp resmi ...
    Nomor WhatsApp resmi Neobank. Ini dia, WhatsApp resmi ...
  • Pemkab Nagan Raya Perkuat Riset Perkebunan Sawit Bersama Peneliti Jepang
    Preview komentar:
    WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (neobank) adalah ...
    WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (neobank) adalah ...
  • Pengendalian Polusi Jabodetabek Harus Terintegrasi
    Preview komentar:
    Nomor WA Neo bank. WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
    Nomor WA Neo bank. WhatsApp resmi layanan pelanggan ...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
Surplus Beras Harus Diikuti...
Luar Negeri
Trump Kritik Kanada, Perang...
Nasional
Pengendalian Polusi Jabodet...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.