Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Demo Tewaskan 105 Orang, Bangladesh Berlakukan Jam Malam dan Kerahkan Militer

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Harus ada investigasi yang tidak memihak, cepat, dan menyeluruh terhadap serangan ini, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kepolisian ibu kota sebelumnya mengatakan para pengunjuk rasa pada hari Kamis telah membakar, merusak, dan melakukan "kegiatan merusak" di sejumlah kantor polisi dan pemerintah.

Di antaranya adalah kantor pusat lembaga penyiaran negara BangladeshTelevision di Dhaka, yang masih belum dapat diakses setelah ratusan mahasiswa yang marah menyerbu tempat tersebut dan membakar sebuah gedung.

Juru bicara Kepolisian Metropolitan Dhaka Faruk Hossain mengatakan kepada AFP bahwa petugas telah menangkap Ruhul Kabir Rizvi Ahmed, salah satu pemimpin utama partai oposisi utama Partai NasionalisBangladesh(BNP).

Simbol Sistem yang Curang

Aksi demo yang berlangsung hampir setiap hari menyerukan diakhirinya sistem kuota yang memberikan lebih dari separuh jabatan pegawai negeri untuk kelompok tertentu, termasuk anak-anak veteran perang pembebasan negara melawan Pakistan tahun 1971.

Para kritikus mengatakan skema tersebut menguntungkan anak-anak kelompok pro-pemerintah yang mendukung Hasina (76), yang telah memerintah negara itu sejak 2009 dan memenangkan pemilihan keempat berturut-turut pada bulan Januari setelah pemungutan suara tanpa oposisi yang nyata.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pemerintah Hasina dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menyalahgunakan lembaga negara untuk memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan dan membasmi perbedaan pendapat, termasuk dengan pembunuhan di luar hukum terhadap aktivis oposisi.

Pemerintahannya minggu ini memerintahkan sekolah dan universitas untuk ditutup tanpa batas waktu sementara polisi meningkatkan upaya untuk mengendalikan situasi hukum dan ketertiban yang memburuk.

"Ini adalah letusan ketidakpuasan yang membara di kalangan generasi muda yang telah terbangun selama bertahun-tahun," kata Ali Riaz, seorang profesor politik di Universitas Negeri Illinois, kepada AFP.

"Kuota pekerjaan menjadi simbol sebuah sistem yang dicurangi dan disusun untuk merugikan mereka oleh rezim."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.