Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto: Harganas Harus Bisa Bawa Efek Pengganda bagi Ekonomi Lokal

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: Harganas Harus Bisa Bawa Efek Pengganda bagi Ekonomi Lokal Doc: ANTARA/BKKBN
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengemukakan, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke depan harus bisa membawa efek pengganda atau multiplier effect bagi ekonomi lokal.

"Harganas itu setiap tahun mestinya bisa membawa multiplier effect terhadap ekonomi lokal, utamanya bagi masyarakat menengah ke bawah," kata Hasto dalam acara ramah tamah peringatan Harganas ke-31 di Kantor BKKBN Jakarta, Rabu (17/7).

Ia menyebutkan, Harganas ke-31 yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada bulan Juli lalu melibatkan lebih dari 10.000 peserta, sehingga mampu mendongkrak perekonomian di kota tersebut, tak hanya di bidang pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (bangga kencana), tetapi juga di bidang pariwisata.

"Semua membeli oleh-oleh, lumpia di Kota Semarang ludes dibeli oleh peserta Harganas, jadi untuk perayaan Harganas memang kami ingin seperti pesta, tetapi di sisi lain juga ada makna untuk memberikan dampak bagi masyarakat sekitar, yang terpenting ekonominya jalan," kata kepala BKKBN.

Hasto mengemukakan, perayaan Harganas di tahun ini sangat beririsan dengan percepatan penurunan stunting di faktor sensitif, seperti pembangunan jamban, sanitasi, dan lingkungan.

"Maka, tahun ini kita lebih kuat berintegrasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di acara utama Harganas kemarin juga ada penyerahan pembangunan perumahan secara simbolis kita lakukan, karena kita lebih kepada infrastruktur perumahan dan lingkungan," tutur dia.

Kemudian untuk perayaan Harganas ke-32 yang akan datang, Hasto menyatakan akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang berhasil melaksanakan pembangunan lingkungan selama setahun.

"Bagi kabupaten/kota yang kawasannya bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF), jambannya sukses, utamanya yang miskin ekstrem dan keluarga berisiko tinggi stunting, usul saya kita buat penghargaan, utamanya yang beririsan dengan miskin ekstrem dan keluarga berisiko tinggi stunting," ungkap dia.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Semarang Hernowo Budi Luhur menyebutkan, Harganas ke-31 telah meningkatkan geliat ekonomi di Kota Semarang.

"Geliat ekonomi di Kota Semarang menjadi luar biasa, kira-kira ada 10.000 lebih masyarakat yang hadir, saya kira Jawa Tengah juga menikmati ini," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.