Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Maros Segera Benahi Penangkaran Kupu-kupu Endemik di Bantimurung

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 16:09 WIB | Oleh:
Pemkab Maros Segera Benahi Penangkaran Kupu-kupu Endemik di Bantimurung Doc: Antara/ Suriani Mappong
Ket. Kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulsel dengan ikon kupu-kupu endemik yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly hingga ke mancanegara.

MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros Sulawesi Selatan segera membenahi penangkaran kupu-kupu lebih natural sebagai bentuk evaluasi habitat kupu-kupu endemik di kawasan Taman Nasional Bantimurung dan Bulusaraung.

"Kami tengah mencari pola yang dapat menjadi habitat penangkaran kupu-kupu yang lebih natural misalnya berbahan kayu tidak menggunakan beton lagi seperti sebelumnya," kata Bupati Maros HAS Chaidir Syam di Maros, Senin.

Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan setelah mendapat kunjungan dari Presiden RI yang mengkritik penangkaran kupu-kupu di Taman Wiisata Alam (TWA) Bantimurung yang menggunakan bahan semen alias beton.

Chaidir pun menghendaki ditinjau ulang dan sebaiknya memilih bahan-bahan alamiah seperti memanfaatkan kayu yang dapat diambil dari kawasan di sekitarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan meninjau ulang arsitektur di wilayah penangkaran kupu-kupu itu.

Menurut dia, pembangunan yang menggunakan bahan semen itu sebelumnya dilakukan karena hanya jalur pengunjung yang belum ada kupu-kupunya.

Kini, di lokasi tersebut digunakan tanaman yang memiliki sebagai bahan pakan untuk kupu-kupu.

Oleh karena itu kritikan dari Presiden Jokowi beberapa waktu lalu disambut positif sebagai kritik untuk mengembangkan kawasan wisata andalan kabupaten Maros itu menjadi lebih baik.

"Apalagi, kawasan TBA Bantimurung Maros dikenal sebagai The kingdom of butterfly atau kerajaan kupu-kupu yang dikenal oleh para peneliti dunia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung teh Heri Wibowo mengungkapkan bahwa jumlah kupu-kupu di kawasan Bantimurung Maros terus meningkat bahkan jenisnya pun bervariasi.

Kini jumlah kupu-kupu mencapai 252 jenis yang sebelumnya pada tahun 2010 baru terdapat 130 jenis kupu-kupu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.