Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sembilan Negara Afrika Belajar Inseminasi Buatan di Malang

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sembilan Negara Afrika Belajar Inseminasi Buatan di Malang Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Delegasi negara-negera Afrika mengikuti workshop inseminasi buatan di Malang, Kamis (11/7/2024).

Jakarta - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan perwakilan sembilan negara di Afrika mengikutiworkshopuntuk mempelajari inseminasi buatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Malang.

Dirjen PKHdalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan bahwaworkshoptersebut sebagai implementasi kesepakatan kerja sama Indonesia-Afrika yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kenegaraannya pada akhir tahun 2023 lalu.

"Hari ini kita implementasikan hasil kunjungan Bapak Presiden untuk kerja sama di subsektor peternakan. Dalam hal ini, untuk peternakan difokuskan kepada teknologi inseminasi buatan di mana negara-negara Afrika sangat membutuhkan untuk peningkatan mutu genetik dan juga peningkatan populasi," kata Nasrullah.

Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menyelenggarakan Workshop on Artificial Insemination Management for African Countries yang dihadiri oleh 18 High Level Officer dari negara-negara Afrika.

Kegiatan yang berlangsung 9 sampai 21Juli 2024 itu diikuti perwakilan dari negara-negara Afrika yakni Madagaskar, Senegal, Tanzania, Mozambik, Kenya, Zimbabwe, Sudan, Nigeria dan Ethiopia.

Workshop tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dengan BBIB Singosari.

Menurut Nasrullah, teknologi inseminasi buatan Indonesia sudah berkembang sangat baik didukung dengan peralatan-peralatan yang sangat memadai sehingga bisa ditransformasikan ke peternak di negara-negara peserta workshop.

"Pelatihan ini kita bagi dua, ada yang sifatnya managerial yang hari ini dan juga nanti secara teknis. Dan selanjutnya kita akan melakukan pendampingan ke negara tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama LDKPI Tormarbulang Lumbantobing menyampaikan bahwa workshop itu merupakan bagian dari diplomasi dalam upaya Indonesia terlibat dalam proses pembangunan khususnya peternakan di negara-negara Afrika.

"Intinya kami sangat mendukung bagaimana skill ataupun pengalamanbest practiceyang sudah kita punya, kita bagikan dengan negara lain, karena kita kan bangsa yang senang berbagi, bahkan pada saat kita susah pun kita masih memikirkan negara lain," kata Tormarbulang.

BBIB Singosari adalah salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan yang memiliki tugas melaksanakan produksi, pemasaran dan pemantauan mutu semen unggul ternak, serta pengembangan inseminasi buatan.

Kepala BBIB Singosari Akbar mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan berbagai upaya dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada daging sapi, khususnya mengembangkan potensi sapi lokal.

"Melalui penggunaan semen bekusexingdiharapkan populasi terutama sapi perah angka kelahiran ternak betina yang akan digunakan sebagai akseptor meningkat jumlahnya untuk meningkatkan percepatan populasi ternak sapi potong dan perah nasional," kata Akbar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.