Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian: Bekerja di Jam Malam Bisa Tingkatkan Kognitif

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 14:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penelitian: Bekerja di Jam Malam Bisa Tingkatkan Kognitif Doc: ANTARA/Pexels/Kulik Stepan
Ket. Ilustrasi pria bekerja malam hari.

JAKARTA - Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang lebih aktif di malam hari memiliki performa yang lebih baik dalam tes kognitif dibandingkan dengan 'orang yang aktif di pagi hari'.

Ditulis laman Hindustan Times, Kamis (11/7), orang yang suka begadang ditemukan umumnya memiliki skor kognitif yang lebih tinggi daripada orang yang suka bangun pagi.

Studi yang berbasis di Inggris, yang diterbitkan pada 11 Juli 2024 di jurnal BMJ Public Health , mengamati data dari lebih dari 26.000 orang, yang telah menyelesaikan sejumlah tes kognitif. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana berbagai aspek tidur, termasuk durasi, pola, dan kualitas, memengaruhi ketajaman mental dan kemampuan kognitif secara keseluruhan.


Mereka menemukan bahwa tidur selama 7-9 jam per malam adalah waktu yang optimal untuk fungsi otak. Namun, mereka juga menemukan bahwa kronotipe seseorang memengaruhi skor tes mereka.

"Orang dewasa yang secara alami lebih aktif di malam hari cenderung memiliki hasil yang lebih baik pada tes kognitif dibandingkan mereka yang 'aktif di pagi hari'," kata penulis utama Raha West, Imperial College London, Inggris, dalam sebuah pernyataan pers.

"Kronotipe ini bukan sekadar preferensi pribadi, tetapi dapat memengaruhi fungsi kognitif kita," tambahnya.

Namun tidak berarti orang yang bangun lebih baik memiliki kinerja kognitif yang buruk. Temuan tersebut mencerminkan tren umum di mana mayoritas orang cenderung memiliki kognisi yang lebih baik pada tipe orang yang bangun malam, kata West.

Kronotipe juga bisa beradaptasi seiring bertambahnya usia. Pakar tidur di Universitas Eötvös Loránd di Budapest, Hungaria Feifei Wang mengatakan pada Anak-anak cenderung menjadi tipe pagi, remaja dan dewasa muda cenderung menjadi tipe malam, dan orang dewasa yang lebih tua sering kali kembali menjadi tipe pagi.

"Kombinasi faktor genetik, hormonal, lingkungan, dan gaya hidup menentukan apakah seseorang lebih aktif di pagi atau sore hari, dan faktor-faktor ini berinteraksi untuk membentuk kronotipe seseorang," kata Wang.

Namun pakar tidur Ignacio Estevan mengatakan bagi pelajar, begadang akan menyebabkan kegagalan dalam ujian. Orang yang tidur lebih lama memiliki hasil yang lebih baik dalam ujian.

Estevan mengatakan hal itu dapat dijelaskan oleh pentingnya tidur untuk pembelajaran dan fungsi kognitif yang baik.

Agar tidur berkualitas, Wang menyarankan untuk menjaga jadwal tidur yang teratur, memiliki lingkungan yang gelap dan tenang untuk tidur, mencoba untuk rileks, tidak mengonsumsi kafein atau stimulan setelah malam tiba, dan mengurangi paparan cahaya di malam hari, terutama sebelum tidur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.