Jaga Kelestarian Alam, Ribuan Burung Dilepaskan di Tahura Sultan Adam Kalsel
Kamis, 11 Jul 2024, 00:18 WIBBanjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Kalimantan melepaskan ribuan burung di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Kabupaten Banjar.
"Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari komitmen kita bersama, dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalsel," ujar Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan mewakili Gubernur Kalsel di Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Rabu.
Menurut dia, pelepasan5.004 ekor burung dari 10 spesies yang berbeda tersebut dari hasil operasi pemberantasan peredaran ilegal satwa liar yang digelar oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan.
Di Kalsel sendiri, terdapat 183 spesies burung, dengan 43 di antaranya merupakan spesies yang dilindungi.
"Sebagiankita lepaskan pada kegiatan hari ini," ujarnya.
pelepasan dilakukan karena satwa liar seharusnya hidup di habitat alaminya, bukan sebagai binatang peliharaan.
Menurut dia, langkah ini juga penting untuk mencegah penularan penyakit dari satwa ke manusia, serta menghindari ancaman kepunahan populasi satwa akibat pembunuhan dan perdagangan ilegal.
Dia pun menegaskan komitmen Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalsel.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, Gubernur Kalsel menekankan bahwa melindungi hutan dan satwa liar menjadi sangat penting.
"Operasi peredaran hasil hutan, tumbuhan, dan satwa liar yang telah dilakukan menunjukkan komitmen kita, dalam memerangi perdagangan ilegal yang merusak alam," katanya.
Tahura Sultan Adam memiliki karakteristik yang sesuai dengan habitat alami berbagai jenis burung.
"Tahura Sultan Adam memiliki kawasan hutan yang luas dengan pepohonan yang rindang dan sumber air yang melimpah," ujar Bagiawan menyampaikan pesan Gubernur.
Kondisi tersebut, menurut dia, sangat mendukung kelangsungan hidup burung yang dilepaskan kembali ke alam liar.
"Di sini, burung-burung ini dapat mencari makan, berlindung dan berkembang biak dengan baik," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menanti Data IKK, 8 Juli 2026
-
Sinner Siap Hadapi Gelombang Panas Wimbledon, Tak Mau Lagi Terkendala Cuaca
-
Inggris vs Ghana: Tuchel Lakukan Perubahan Starting XI, Harry Kane Tetap Jadi Andalan
-
Pemprov Babel Prioritaskan IPR bagi Warga Desa di Kawasan Tambang Rakyat, Dorong Kesejahteraan Masyarakat.
-
Empat Wisatawan Satu Keluarga Ditemukan Meninggal saat Berkemah di Kledung, Temanggung
-
Menperin Lepas 2.361 Lulusan SMK Serentak, Mayoritas Terserap di Industri dan Berwirausaha
-
Kaum Muda Kukar Diberi Pelatihan agar Siap Kerja supaya Menekan Pengangguran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.