Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemantau Iklim: Juni Tercatat sebagai Bulan Terpanas, Melampau Rekor 2023

📅 Senin, 08 Jul 2024, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemantau Iklim: Juni Tercatat sebagai Bulan Terpanas, Melampau Rekor 2023 Doc: Yahoo/Tiziana FABI
Ket. Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus, setiap bulan sejak Juni 2023 telah melampaui rekor suhunya sendiri dalam rangkaian 13 bulan suhu panas global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

PARIS - Bulan lalu merupakan bulan Juni terpanas yang pernah tercatat di seluruh dunia, mengakhiri setengah tahun penuh cuaca liar dan merusak, dari banjir hingga gelombang panas.

Setiap bulan sejak Juni 2023 telah melampaui rekor suhunya sendiri dalam rangkaian 13 bulan panas global yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) pada hari Senin (8/7).

"Ini lebih dari sekadar keanehan statistik dan ini menyoroti perubahan besar dan berkelanjutan dalam iklim kita," kata direktur layanan, Carlo Buontempo.

"Bahkan jika rangkaian ekstrem ini berakhir pada suatu titik, kita pasti akan melihat rekor baru terpecahkan seiring dengan terus menghangatnya iklim."

Hal ini "tidak dapat dihindari" selama manusia terus menambahkan gas-gas yang memerangkap panas ke atmosfer, ungkapnya.

Suhu rata-rata global yang tercatat bulan lalu memecahkan rekor sebelumnya pada bulan Juni 2023.

Puncaknya terjadi di titik tengah tahun yang ditandai oleh iklim ekstrem.

Cuaca panas yang menyengat telah menyelimuti sebagian besar dunia, dari India hingga Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Meksiko pada paruh pertama tahun ini.

Hujan yang tak henti-hentinya, fenomena yang oleh para ilmuwan juga dikaitkan dengan planet yang lebih hangat, menyebabkan banjir besar di Kenya, Tiongkok, Brazil, Afghanistan, Russia, dan Prancis.

Kebakaran hutan telah membakar lahan di Yunani dan Kanada dan minggu lalu, Badai Beryl menjadi badai Atlantik kategori lima paling awal yang tercatat saat menerjang beberapa pulau Karibia.

Lautan Lebih Hangat

Rentetan suhu yang memecahkan rekor itu bertepatan dengan El Nino, fenomena alam yang menyebabkan cuaca lebih panas secara global, kata Julien Nicolas, ilmuwan senior di C3S.

"Itu merupakan bagian dari faktor di balik catatan suhu, tetapi itu bukan satu-satunya," katanya kepada AFP.

Suhu lautan juga telah mencapai titik tertinggi baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

45 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.