Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana 'Diplomasi Orang Utan' Malaysia Tuai Kritikan

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dua bulan berselang, Ling-Ling and Hsing-Hsing tiba di National Zoo di Washington DC. Setahun berselang, kehadiran mereka sudah menarik lebih dari 1,1 juta pengunjung. Dua panda kemudian menjadi bintang di kebun binatang itu selama bertahun-tahun.

Sebagai alat kekuasaan lunak atau soft power tool, diplomasi panda dirancang untuk membangun aliansi dengan negara lainnya.

Program ini berkembang hingga menjadi urusan konservasi pada awal 1990an. Beijing telah mengirimkan lusinan panda ke mitra-mitra kuncinya di seluruh dunia.

Ada tiga elemen penting yang menopang kesuksesan diplomasi panda. Pertama, panda memiliki daya tarik visual. Para pakar menganggap panda memiliki kindchenschema, serangkaian karakteristik canggung dan kekanak-kanakan yang membangkitkan empati dan hasrat melindungi dari manusia.

Kedua, panda hanya dapat ditemukan di Cina. Ketika warga asing melihat panda sebagai hewan yang menggemaskan, ramah, dan damai, mereka menautkannya dengan China secara eksklusif.

Ketiga, inisiatif ini terhubung dengan program konservasi penting. Saat orang-orang mengkritik aspek politik diplomasi panda, komponen konservasi sebenarnya sudah mampu mematahkannya. Menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam, panda tak lagi tergolong hewan terancam punah. Di sinilah letak pentingnya diplomasi panda.

Apakah diplomasi orang utan mengikuti jejak panda? Keduanya memang memiliki fitur-fitur fisik yang unik dan menarik, tapi sebenarnya ada beberapa perbedaan penting.

Pertama, kebijakan pemerintah Cina meminjamkan panda sebagai alat diplomasi, bukan menghibahkan, ke sekutu strategis, bukanlah muncul karena tekanan eksternal. Yang paling penting, Cina juga berkongsi dengan kelompok konservasi seperti WWF, untuk membangun koridor-koridor hijau bagi panda. Upaya ini juga meraup apresiasi dari lembaga-lembaga konservasi.

Pada akhirnya, Kuala Lumpur harus jujur: dapatkah diplomasi orangutan membalikkan kemalangan yang mungkin menimpa ekspor minyak sawit Malaysia? Itu tidak mungkin.

Jika pengelolaan hutan, konservasi satwa liar, dan keberlanjutan produksi minyak sawit menjadi perhatian mitra dagang seperti Eropa, maka sebaiknya pemerintah Malaysia mengatasi masalah ini sebelum mempertimbangkan diplomasi hewan versi mereka sendiri. Saat ini, diplomasi orang utan lebih terlihat seperti sebuah bencana humas yang menunggu untuk terjadi.The Conversation

Chee Meng Tan, Assistant Professor of Business Economics, University of Nottingham

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.