Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trenggalek Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trenggalek Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/HO - BMKG Jatim
Ket. Ilustrasi - Peta wilayah terdampak cuaca ekstrem, Juli 2024.

Trenggalek - Wilayah di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur berpotensi mengalami gangguan cuaca ekstrem hingga beberapa pekan ke depan, dampak gangguan gelombangekuatorial rossbydanmadden julian oscillationyang menyebabkan peningkatan potensi curah hujan di daerah yang dilalui.

"Kalau mengacu peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi mulai 1-7 Juli ini," kata Kepala Pelaksana BPBD TrenggalekTriadi Atmono di Trenggalek, Rabu.

Dia menjelaskan, ada 17 Kabupaten/kota yang berpotensi mengalami situasi cuaca ekstrem.

Selain Trenggalek, 16 daerah lain di antaranya adalah Kabupaten Nganjuk, Bojonegoro, Kediri, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sumenep, Tulungagung, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Gresik, Blitar, Jombang, Lumajang, Malang, dan Tuban.

Seluruh Jatim saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Namun terdapat gangguan gelombangekuatorialrossbydanmadden julian oscillationyang menyebabkan peningkatan potensi curah hujan di wilayah tersebut.

Peningkatan potensi curah hujan itu berpotensi menyebabkan terjadinya potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.

"Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," katanya.

Sementara di lain sisi, masyarakat juga diimbau untuk memanen air hujan sebagai langkah mitigasi untuk mengatasi dampak musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan sejumlah tempat di Trenggalek.

Sejumlah daerah yang kesulitan mengakses air bersih itu dibantu droping air bersih dari pemerintah daerah secara berkala.

"Pengumpulan air hujan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air serta mendukung konservasi air di daerah yang mengalami kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.