Ini yang Dilakukan Pemkab Mukomuko untuk Tingkatkan Produksi Perikanan
Selasa, 02 Jul 2024, 05:52 WIBMukomuko - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada tahun 2024 menambah sarana dan prasarana penunjang untuk meningkatkan produksi perikanan, terutama kolam ikan air tawar untuk Balai Benih Ikan (BBI).
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Fitra Juliatmi, di Mukomuko, Senin, mengatakan, pada bidang perikanan tahun ini ada penambahan sarana dan prasarana, yakni pembangunan satu kolam baru dan rehabilitasi kolam rusak di BBI.
"Anggaran untuk pembangunan satu kolam baru sebesar Rp131 juta dan rehabilitasi kolam rusak sekitar Rp400 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik," katanya.
Ia mengatakan, instansinya baru tahun ini kembali mendapatkan penambahan sarana dan prasarana perikanan berupa pembangunan kolam dan rehabilitasi kolam di BBI setelah 11 tahun atau sejak tahun 2013 tidak ada kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, instansi membangun satu kolam baru tersebut untuk "pendederan" atau pembesaran benih ikan air tawar ukuran satu hingga dua menjadi ukuran tiga dan seterusnya.
Kemudian, katanya, pihaknya merehabilitasi kolam yang rusak itu untuk induk ikan. Kolam itu bisa digunakan ketika air dari irigasi mengalir, tetapi air di kolam tersebut kering ketika tidak ada air irigasi.
Ia menyebutkan, sebanyak 19 kolam BBI terdapat di Kecamatan Lubuk Pinang. Sebanyak 11 kolam ikan masih aktif sementara sisanya tidak aktif karena bocor dan bagian dinding kolam mengalami kerusakan.
Adapun kolam BBI yang rusak belum dapat diperbaiki seluruhnya. Upaya perbaikan akan dilakukan sesuai dengan kecukupan anggaran, dan tahun depan diusulkan lagi anggaran untuk rehabilitasi kolam.
Sementara itu, ia mengatakan, meskipun kolam BBI yang aktif sebanyak 11 kolam ikan, aktivitas pembibitan dan pembesaran ikan di BBI tetap berjalan seperti biasa.
Ketika air irigasi tidak mengalir, katanya, pihaknya menggunakan sumur bor dengan mesin penggerak dan penyedot sehingga produksi ikan tetap berlangsung.
Kendati demikian, air dari sumur bor memiliki keterbatasan jika dibandingkan air irigasi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sika Resmikan Pro Center Kelima di Kelapa Gading, Perkuat Ekosistem Konstruksi Terintegrasi
-
Alarm Sistem Berbunyi, Jepang Hentikan Pengoperasian PLTN Terbesar di Dunia
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
-
Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Gadget di Sekolah
-
Menag: Indonesia Jadi Negara Pertama Bangun Kampung Haji
-
Demand Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas dan Perlindungan Layanan
-
Kasanga Festival 2026 Hadirkan Lomba Ogoh-Ogoh Spektakuler
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.