Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Partai Ekstrem Kanan Ungguli Putaran I Pemilu Prancis, Koalisi Macron Berakhir?

📅 Senin, 01 Jul 2024, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Partai Ekstrem Kanan Ungguli Putaran I Pemilu Prancis, Koalisi Macron Berakhir? Doc: France24/AFP/Yara Nardi
Ket. Presiden Emmanuel Macron meninggalkan bilik suara saat memberikan suaranya dalam pemilihan umum cepat di Le Touquet, Prancis utara, pada 30 Juni 2024.

ANKARA - Partai ekstrem kanan Rassemblement Nationale (RN), mengungguli putaran pertama pemilu legislatif dini Prancis yang diselenggarakan Minggu (30/6).

Partai tersebut meraih jumlah suara tertinggi dengan 33,5 persen suara, demikian hasil jajak pendapat pascapemilu, sebagaimana dilaporkan harian Le Figaro.

Sementara, aliansi partai sayap kiri Front Populer Baru (NFP) berada di posisi kedua dengan meraih 28,5 persen suara, dan koalisi Presiden Emmanuel Macron, Ensemble, jatuh ke posisi ketiga dengan 22,1 persen suara.

Pemungutan suara yang bermula pada Minggu pukul 8 pagi waktu setempat (13.00 WIB) berlangsung selama 12 jam. Lebih dari 49 juta pemilih menggunakan hak suaranya dalam pemilu parlemen tersebut.

Merespons unggulnya RN dalam putaran pertama pemilu Prancis, Perdana Menteri Gabriel Attal menyeru supaya rakyat mencegah kemenangan partai ekstrem kanan itu di putaran kedua pemilu.

"Jangan sampai ada satu suara pun yang memilih RN," kata Attal dalam pernyataan yang disampaikan usai hasil awal pemilu diumumkan.

Attal menegaskan bahwa Majelis Nasional, majelis rendah Parlemen Prancis, tidak pernah menghadapi risiko sebesar ini sepanjang sejarahnya.

"Tujuan kita jelas: Mencegah RN mendapat jumlah kursi mayoritas dalam putaran kedua sehingga mendominasi Majelis Nasional," ucap Attal yang berasal dari koalisi pendukung Presiden Macron.

Ia juga mengatakan, "semua orang paham" bahwa aliansi sayap kiri NFP tak akan meraih kursi mayoritas pada putaran kedua pemilu Prancis.

Akhir dari Macron

Pemimpin aliansi sayap kanan Prancis Marine Le Pen menyebut hasil awal pemilu itu menandakan "akhir dari koalisi Macron."

"Demokrasi telah berbicara. Rakyat Prancis telah mengangkat RN dan rekan-rekan koalisinya ke posisi tertinggi dan menghapus blok Macron," ucap dia.

Senada, Presiden RN Jordan Bardella menegaskan bahwa apabila nanti menjadi perdana menteri, ia akan menghormati konstitusi dan jabatan presiden Prancis, namun tetap tegas memperjuangkan kebijakan yang didorong partainya.

Pemimpin partai ekstrem kanan yang berusia 28 tahun itu juga memperingatkan masyarakat Prancis akan "ancaman" kemenangan aliansi NFP.

Sementara itu, pemimpin koalisi sayap kiri Front Populer Baru Jean Luc-Melenchon menyebut hasil pemilu menunjukkan "kekalahan besar" Presiden Macron. Ia juga menyeru supaya pemilih mencegah RN memenangi pemilu di putaran kedua.

"Kami tidak akan membiarkan RN menang ... Perintah kami sederhana dan jelas: Jangan sampai ada satu pun suara maupun kursi parlemen untuk RN," ucap dia.

Pemilih akan kembali masuk ke bilik suara pada 7 Juli dalam putaran kedua pemilu legislatif untuk menentukan 577 anggota Majelis Nasional untuk lima tahun ke depan.

Presiden Macron memutuskan membubarkan parlemen dan menyelenggarakan pemilu legislatif lebih awal usai RN meraih lebih dari 31 persen suara dalam pemilu Parlemen Eropa pada Juni lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.