Empat Balai Percepat Pembangunan Rumah Korban Erupsi Gunung Ruang
Sabtu, 29 Jun 2024, 22:45 WIBManado - Empat balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja bersama mempercepat pembangunan rumah dan fasilitas lainnya untuk korban erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Iya, jadi ada empat balai yang secara paralel akan membangun rumah dan fasilitas pendukung lainnya di Desa Modisi yang menjadi tempat relokasi," kata Kasatker Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Utara, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I, Stenly Tangkere di Manado Sabtu.
Dia mengatakan, BP2P akan mengerjakan pembangunan rumah, halaman serta jalan permukiman, sementara Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Utara akan mengerjakan beberapa bagian seperti pembangunan rumah ibadah, sekolah, kantor balai desa serta puskesmas pembantu serta ruang terbuka hijau.
Berikutnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi akan mengerjakan penanganan jalan di tempat relokasi, sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I akan mengerjakan bangunan pengaman pantai.
"Jadi tidak hanya satu balai yang akan bekerja di sana, tapi ada empat balai. Kita bekerja bersama di sana," ujarnya.
Kolaborasi antarbalai, kata Stenly juga pernah dilakukan saat membangun hunian tetap bagi warga korban abrasi pantai Teluk Amurang di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan.
Dia menyebutkan, pematangan lahan sementara berlangsung dan apa yang sudah bisa dikerjakan itu yang akan didorong.
"Kami menargetkan pembangunan rumah relokasi untuk warga korban erupsi Gunung Ruang hingga akhir tahun ini. Jumlah unit yang akan dibangun belum pasti karena masih diverifikasi," ujarnya.
Gunung Ruang tanggal 16 April 2024 dan tanggal 30 April 2024 erupsi, pemerintah mengevakuasi warga yang ada di daerah rawan bencana ke sejumlah tempat di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Warga yang dievakuasi tersebut di dalamnya termasuk warga dua desa, Desa Laingpatehi dan Desa Pumpente yang dievakuasi karena lokasi permukimannya berada di lereng Gunung Ruang.
Warga di dua desa tersebut yang oleh pemerintah akan direlokasi ke Desa Modisi, sementara Pulau Ruang akan dijadikan kawasan konservasi, tidak untuk daerah permukiman.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
OJK: Tahun Depan, Kinerja Jasa Keuangan Akan Tumbuh Lebih Agresif
-
Mudik Lebaran 2026: Pengamat Transportasi Prediksi Pemudik Tak Akan Turun Meski Daya Beli Merosot
-
Pemprov DKI dan Kementerian PUPR Uji Coba Jalur Gratis Tol Fatmawati 2 Menuju Lebak Bulus
-
BMKG: Waspadai Angin Kencang di Jawa Tengah Bagian Selatan
-
Tegas! KKP Hentikan Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Konawe Selatan
-
Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran
-
Jaga Kebocoran dan Kejahatan Siber, Pemerintah Dinilai Perlu Membentuk Badan Perlindungan Data Pribadi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.