OJK: Tahun Depan, Kinerja Jasa Keuangan Akan Tumbuh Lebih Agresif

Kamis, 11 Des 2025, 17:45 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar optimis kinerja sektor jasa keuangan nasional dapat bergerak lebih ekspansif pada tahun mendatang berkat ketahanan industri keuangan dan fundamental ekonomi domestik yang solid selama 2025.

“Kondisi ini menjadi modal untuk ruang ekspansi kinerja sektor jasa keuangan yang lebih luas ke depan, didukung dengan implementasi kebijakan pendalaman pasar keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan integritas dan tata kelola di seluruh sektor jasa keuangan,” ucapnya di Jakarta, Kamis (11/12)Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar optimis kinerja sektor jasa keuangan nasional dapat bergerak lebih ekspansif pada tahun mendatang berkat ketahanan industri keuangan dan fundamental ekonomi domestik yang solid selama 2025..

Ket. Foto: Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan pemaparannya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November 2025 di Jakarta, Kamis (11/12). — Sumber: Antara

Ia mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan performa yang baik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen pada triwulan III 2025.

Indikator manufaktur (PMI) juga terus berada di zona ekspansi dan menjadi sinyal positif bahwa aktivitas bisnis di dalam negeri terus bergerak maju.

Tidak hanya sektor industri, Mahendra menyatakan bahwa sektor jasa keuangan secara umum juga menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025, ditopang oleh permodalan yang solid, kecukupan pencadangan, serta profil risiko yang terkendali.

Ia menuturkan, resiliensi pasar modal Indonesia merupakan salah satu indikator utama ketahanan sektor jasa keuangan pada tahun ini, tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu pulih dan mencatatkan tren positif, bahkan beberapa kali menembus rekor tertinggi baru (all-time high).

Capaian tersebut didukung oleh berbagai kebijakan adaptif OJK dan Bursa Efek Indonesia, seperti pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta penyesuaian batasan auto rejection yang menjaga kepercayaan investor.

Dari sisi fungsi intermediasi, meski pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan mengalami moderasi akibat perlambatan di beberapa sektor, OJK menilai fundamental industri tetap kokoh.

Untuk mendorong pertumbuhan yang lebih optimal, Mahendra mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya deregulasi dan pendalaman pasar, salah satunya pemangkasan sejumlah aturan pembiayaan mikro dan pegadaian untuk memberikan kemudahan berusaha.

Sedangkan di sektor perasuransian, peran perusahaan asuransi sebagai investor institusional diperkuat dengan memperluas batasan investasi mereka pada instrumen keuangan tertentu.

Selain itu, OJK juga memperluas jangkauan pengawasan dan layanan dengan meresmikan kantor baru di Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara, serta memulai pembangunan gedung kantor di Sumatera Utara.

"OJK senantiasa mengarahkan sektor jasa keuangan untuk berkontribusi optimal terhadap program prioritas pemerintah, dengan tetap memastikan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik," imbuh Mahendra Siregar.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.