Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Dorong Pengembangan UMKM Hijau Tahun Depan

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 13:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Dorong Pengembangan UMKM Hijau Tahun Depan Doc: ANTARA/ M Baqir Idrus Alatas
Ket. Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto (kedua kiri) saat peluncuran Small Business Barometer Study Report di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

JAKARTA - Direktur Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Mahatmi Parwitasari Saronto menyatakan pemerintah mulai merambah pengembangan UMKM hijau pada 2025.

"Terus terang saja, kami akui bahwa untuk SMEs (small and medium-sized enterprises/UMKM) terkait dengan green (UMKM hijau) ini masih jauh. Sejauh ini, secara kebijakan belum ditetapkan dengan gamblang disebut bahwa SMEs yang green itu seperti apa. Jadi memang untuk yang tahun 2025 ke depan, kita mulai mau merambah ke green SMEs" ujarnya dalam kegiatan peluncuran Small Business Barometer Study Report di Jakarta, Kamis (27/6).

Dalam hal ini, dia menilai apa yang paling penting untuk dilakukan adalah mendefinisikan UMKM hijau secara tepat. Artinya, perlu diperjelas apa saja indikator yang membuat UMKM dapat dikategorikan sebagai UMKM hijau.

"Kita mau mendefinisikan green SMEs, sehingga dia (UMKM) misalnya mendapat insentif atau menambah jangkauan pasar dan sebagainya. Namun, kalau kita misalnya tidak bisa memberikan label kepada dia (UMKM) bahwa dia itu benar (termasuk kategori) green atau sosial, nanti sosialnya akan merambah tidak hanya kepada masyarakat, tapi juga terkait dengan lingkungan," ucap Mahatmi.

Hingga kini, pihaknya disebut baru memasuki tahap analisis mengenai apa yang bisa dilakukan Indonesia dalam rangka mengembangkan UMKM hijau seiring pelaksanaan program pertumbuhan ekonomi hijau (green economy).

"Kalau kita berbicara mengenai greening (penghijauan) di SMEs apalagi yang net zero (karbon nol), wah itu sudah jauh-jauh sekali. Yang industri besar aja belum tersentuh di kita, gimana mencoba misalnya SMEs. Untuk mengganti proses produksinya itu pasti mahal sekali. Ini yang tentunya kami harus hati-hati di dalam mengambil kebijakan di sini dan pada akhirnya kita bisa melihat nanti sejauh mana peran SMEs ini di dalam upaya kita untuk mengurangi emisi karbon," ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.