Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Forum Davos Musim Panas 2024 Desak Kerja Sama Transisi Energi

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Forum Davos Musim Panas 2024 Desak Kerja Sama Transisi Energi Doc: ISTIMEWA
Ket. Krisis Iklim

DALIAN - Para partisipan di Pertemuan Tahunan ke-15 untuk para Juara Baru (New Champion) atau yang dikenal sebagai Forum Davos Musim Panas 2024, menyerukan peningkatan kolaborasi internasional untuk mengatasi tantangan transisi energi dan perubahan iklim.

Dikutip dari Antara, utusan khusus Tiongkok untuk perubahan iklim, Liu Zhenmin, menekankan perlunya meningkatkan kerja sama serta menghindari tindakan proteksionisme guna memfasilitasi transisi energi dan memerangi perubahan iklim.

Kerja sama global dan regional diperlukan dalam upaya ini pada sebuah diskusi panel yang diadakan dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga hari di Kota Dalian, Tiongkok timur laut, Selasa (25/6).

Liu mengakui negara-negara Asia, yang memiliki porsi terbesar dalam konsumsi batu bara global, menghadapi tantangan besar dalam melakukan transisi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Liu membantah tuduhan Barat mengenai kelebihan kapasitas di sektor energi ramah lingkungan Tiongkok, dan justru menyoroti tingginya permintaan global terhadap produk-produk energi terbarukan.

"Kita harus terus mendorong dan mendukung perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan memproduksi lebih banyak produk," kata Liu.

Dia menambahkan sektor manufaktur Tiongkok berkontribusi pada penurunan harga produk surya dan bayu global.

Perangi Krisis Iklim

Guna memenuhi komitmen karbon ganda Tiongkok dan membantu memerangi krisis iklim, negara tersebut dengan giat mengembangkan dan membangun sektor energi barunya. Tiongkok selama bertahun-tahun menjadi pasar terbesar dunia untuk kendaraan energi baru.

Tiongkok menjadi pemasok utama untuk peralatan pembangkit tenaga bayu dan surya maupun baterai listrik. Negara tersebut menurunkan biaya energi terbarukan dan membantu beberapa negara lain mendapatkan energi yang bersih, andal, dan lebih terjangkau, serta menyediakan 50 persen peralatan pembangkit tenaga bayu dunia dan 80 persen peralatan pembangkit tenaga surya global.

Sudut pandang Liu diamini oleh Kim Sang-hyup, salah satu ketua Komisi Kepresidenan Korea Selatan untuk Netralitas Karbon dan Pertumbuhan Hijau. Kim menyoroti potensi kerja sama antara Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan dalam mengembangkan ekosistem industri yang ramah lingkungan.

"Memperbanyak dialog kerja sama juga diperlukan karena kerja sama tersebut harus diperluas ke belahan dunia lain, termasuk negara-negara Association of Southeast Asian Nations (Asean) dan Afrika," kata Kim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.