Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 3,2 Persen pada 2024
Jumat, 21 Jun 2024, 00:00 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi global tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yakni mencapai 3,2 persen pada 2024. Hal ini terjadi karena membaiknya pertumbuhan ekonomi India dan Tiongkok.
"Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 3,2 persen, lebih tinggi dari perkiraan awal terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Juni 2024 di Jakarta, Kamis (20/6).
Seperti dikutip dari Antara, Perry menekankan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia yang lebih kuat.
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik dan peningkatan ekspor dengan penurunan inflasi yang masih berjalan lambat. "Kondisi ini mendorong Fed Funds Rate diperkirakan baru akan turun pada akhir tahun 2024," ujarnya.
Sementara itu, European Central Bank telah menurunkan suku bunga kebijakan moneternya lebih cepat sejalan dengan tekanan inflasi yang lebih rendah.
Ketegangan Geopolitik
Menurut dia, divergensi kebijakan moneter negara maju tersebut dan masih tingginya ketegangan geopolitik menyebabkan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.
Berbagai perkembangan tersebut dan dengan tingginya imbal hasil (yield) US Treasury menyebabkan menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat sehingga meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia dan menahan aliran masuk modal asing ke negara berkembang.
Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi itu memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian pasar keuangan global tersebut terhadap perekonomian di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan terjaga stabil di posisi 2,6 persen pada 2024 di tengah gejolak ketegangan geopolitik dan tingkat suku bunga tinggi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
RI Gandeng Panama, Taruna Pelayaran Kemenhub Berpeluang Magang & Studi ke Luar Negeri
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Pemerintah Mengeklaim Harga Beras Tak Naik
-
Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
-
Persija Jakarta Tundukkan Persijap Jepara
-
Buntut Insiden Lift Mati, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Pasang Cadangan Listrik di Seluruh Stasiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.