- Home
-
- Megapolitan
-
- Buntut Insiden Lift Mati, ...
Buntut Insiden Lift Mati, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Pasang Cadangan Listrik di Seluruh Stasiun
Selasa, 28 Apr 2026, 12:00 WIBJAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti insiden padamnya aliran listrik di sejumlah stasiun MRT yang dinilai berdampak serius terhadap keselamatan penumpang. Peristiwa tersebut bahkan sempat menyebabkan penumpang terjebak di dalam lift stasiun.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai kondisi itu menunjukkan belum maksimalnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan di fasilitas transportasi publik. Ia menyebut area penting seperti lift dan eskalator seharusnya memiliki sistem cadangan listrik yang memadai.
"Bagaimana safety untuk cadangan listriknya. Seharusnya ada karena ini ruang yang penting," ujar Nova di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa hari lalu.
Menurut Nova, keberadaan genset atau sumber listrik cadangan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin operasional tetap berjalan saat terjadi gangguan listrik. Terutama pada fasilitas yang berhubungan langsung dengan keselamatan dan mobilitas penumpang.
Ia menyayangkan masih adanya stasiun yang belum memiliki backup plan yang jelas untuk menghadapi situasi darurat seperti pemadaman listrik. Hal itu dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan dan risiko keselamatan yang lebih besar.
Nova juga menyoroti keterlibatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dalam proses evakuasi penumpang yang terjebak di lift. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa mitigasi internal MRT Jakarta masih lemah.
"Ini bukan di satu Stasiun MRT saja, tapi hampir di seluruh stasiun seperti itu. Harus ada mitigasi yang jelas," tegas Nova.
Ia meminta manajemen MRT Jakarta segera menyusun rencana pemasangan genset di seluruh titik krusial stasiun. Keselamatan penumpang, kata dia, harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Nova menegaskan, ruang-ruang penting seperti lift dan eskalator harus tetap berfungsi meski terjadi gangguan listrik. Tanpa sistem cadangan yang memadai, operasional stasiun dinilai sangat rentan menimbulkan kekacauan.
"Ketika listrik padam di ruang-ruang yang sangat urgent, seperti eskalator maupun lift, itu harus ada backup-an genset. Kalau tidak ada, kan kacau," kata Nova.
Ia mengaku sempat melayangkan protes keras kepada pihak MRT Jakarta atas kejadian tersebut. Insiden itu dinilai tidak hanya menimbulkan penumpukan penumpang, tetapi juga memperbesar risiko keselamatan di area publik.
Bagi Komisi B DPRD DKI Jakarta, persoalan ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. Sebab transportasi publik modern tidak hanya berbicara soal kecepatan layanan, tetapi juga jaminan keselamatan bagi seluruh pengguna.
"Itu yang harus kita jaga, harus di-highlight keselamatan penumpang di situ," pungkas dia.
- Transportasi Publik
- DPRD DKI Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Listrik Padam
- keselamatan penumpang
- Genset
- MRT Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Sumatera Gelap Gulita! PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal.
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.