Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
Rabu, 06 Mei 2026, 16:22 WIBJAKARTA â Perekonomian DKI Jakarta tetap tumbuh kuat pada triwulan I 2026 sebesar 5,59 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen (yoy), berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik.
Dengan pangsa 16,67 persen terhadap ekonomi nasional, Jakarta mempertahankan posisinya sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia. "Pertumbuhan ditopang permintaan domestik yang solid, investasi yang terus naik, serta kinerja lapangan usaha utama seperti Perdagangan, Informasi dan Komunikasi, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum," ucap Iwan Setiawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (6/5).
Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang
Dari sisi permintaan terang Iwan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,72% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 5,51% (yoy). Kenaikan ini didorong periode long festive season Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadan dan Idulfitri, Imlek, serta Nyepi. Berbagai event besar juga mendongkrak belanja masyarakat.
Daya beli tetap terjaga seiring kenaikan UMP Jakarta, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), dan berbagai insentif pemerintah. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 4,71% (yoy), didukung berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun.
Konsumsi pemerintah tumbuh 4,22% (yoy), melambat dibanding triwulan IV 2025 yang 8,60% (yoy) karena realisasi belanja daerah masih terbatas di awal tahun. Dari sisi eksternal, ekspor barang dan jasa naik tinggi 8,98% (yoy), meningkat dari 7,62% (yoy) pada triwulan sebelumnya. "Ini menunjukkan aktivitas perdagangan Jakarta tetap terjaga di tengah dinamika global,"ucap Iwan
Sektor Perdagangan dan Akomodasi Melaju
Dia menjelaskan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan Jakarta terutama ditopang Perdagangan Besar dan Eceran yang naik 6,71% (yoy), lebih tinggi dari 6,66% (yoy) triwulan lalu. Kenaikan konsumsi selama musim libur panjang jadi pemicunya.
Sejalan dengan itu, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh kuat 10,84% (yoy), naik dari 8,40% (yoy) sebelumnya. "Informasi dan Komunikasi juga tetap solid tumbuh 6,33% (yoy), mencerminkan tingginya kebutuhan layanan digital dan transaksi berbasis aplikasi di Jakarta sebagai pusat bisnis,"ungkap Iwan
Perkuat Sinergi dan Ekonomi Kreatif
Ke depan papar dia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas dan akselerasi pertumbuhan di tengah gejolak global.
Langkah yang ditempuh meliputi antisipasi pengendalian inflasi lewat TPID, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan investasi dan sektor produktif, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru berbasis ekonomi kreatif.
Sebagai bagian dari upaya itu, KPw BI DKI Jakarta mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Acara ini masuk rangkaian Jakarta Economic Forum (JEF) dan Jakarta Kreatif Festival (JKF). Inisiatif tersebut diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendukung pertumbuhan Jakarta yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan sebagai kota global berdaya saing.
- Bank Indonesia (BI)
- Pertumbuhan Ekonomi
- Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Buntut Insiden Lift Mati, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Pasang Cadangan Listrik di Seluruh Stasiun
-
Pemerintah Mengeklaim Harga Beras Tak Naik
-
RI Gandeng Panama, Taruna Pelayaran Kemenhub Berpeluang Magang & Studi ke Luar Negeri
-
Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
-
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Jadwal Super League Pekan ke-29: Persib Layani Arema, Borneo Dijajal Semen Padang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.