Sinner Merasa Lebih Siap Hadapi Wimbledon, Waspadai Cuaca Panas

Minggu, 28 Jun 2026, 07:30 WIB

LONDON — Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mengaku kondisinya jauh lebih baik menjelang Wimbledon setelah mengalami masalah fisik yang mengejutkan saat tampil di Prancis Open.

Juara bertahan Wimbledon itu menyebut dirinya telah memiliki rencana khusus untuk menghadapi kondisi cuaca panas yang semakin sering menjadi tantangan dalam pertandingan tenis.

Ket. Foto: Jannik Sinner. — Sumber: ATP

Sinner tersingkir secara mengejutkan pada babak kedua Prancis Open setelah kalah dari petenis Argentina Juan Manuel Cerúndolo.

Padahal, petenis Italia tersebut sempat unggul dua set terlebih dahulu. Namun, ia kemudian mengalami kram saat pertandingan berlangsung dalam gelombang panas di Paris yang kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi fisik dan keselamatan pemain.

Menjelang Wimbledon yang dimulai Senin (29/6) di The Championships Wimbledon, Sinner memastikan hasil pemeriksaan medisnya menunjukkan perkembangan positif.

“Semua tes berjalan sangat baik, meskipun kami yakin masih perlu berlatih dalam kondisi yang lebih panas,” ujar Sinner.

“Saya merasa di mana pun kami bermain, cuaca akan semakin panas. Setiap tahun suhunya terus meningkat. Ini menjadi topik yang sangat penting, tetapi saya senang dengan pekerjaan yang kami lakukan.”

Sinner mengatakan timnya telah melakukan sejumlah perubahan dalam persiapan menuju Wimbledon. Menurut dia, tidak ada solusi instan untuk mengatasi tantangan fisik yang muncul dalam pertandingan besar.

“Anda tidak bisa mensimulasikan 100 persen apa yang dirasakan saat pertandingan karena ada tekanan, ketegangan, dan semua hal yang terjadi sebelum serta sesudah laga,” kata pemain berusia 24 tahun itu.

“Tetapi kami melakukan beberapa perubahan. Ini proses panjang, tidak ada keajaiban. Kami berusaha melakukan yang terbaik dan saya sangat senang dengan pekerjaan selama dua setengah pekan terakhir.”

Wimbledon menjadi kesempatan bagi Sinner untuk membuktikan bahwa masalah di Roland Garros hanyalah hambatan sementara.

Petenis yang telah mengoleksi empat gelar Grand Slam itu datang sebagai juara bertahan dan bertekad mempertahankan mahkota di lapangan rumput All England Club.

Selain persiapan menghadapi turnamen, Sinner juga mendapat pertanyaan mengenai meningkatnya ketidakpuasan pemain terkait pembagian hadiah uang di turnamen Grand Slam.

Namun, ia memilih tidak memberikan komentar panjang mengenai isu tersebut.

Sinner menggelar konferensi pers yang berlangsung sekitar 10 menit di tengah laporan bahwa sejumlah pemain berencana membatasi waktu berbicara kepada media setelah pertandingan menjadi maksimal 15 menit pada pekan pertama Wimbledon.

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk simbolis terkait porsi hadiah uang yang dianggap masih kecil dibandingkan pendapatan turnamen.

Sebelumnya, beberapa pemain juga melakukan aksi serupa di French Open, bahkan ada ancaman boikot yang lebih luas.

Fokus Sinner kini kembali tertuju ke lapangan. Ia akan memulai perjuangan mempertahankan gelar Wimbledon menghadapi petenis Serbia Miomir Kecmanović pada hari pertama turnamen.

Dengan kondisi yang lebih baik dan persiapan menghadapi cuaca ekstrem, Sinner berharap bisa kembali tampil sebagai kandidat utama juara.

Wimbledon kali ini menjadi ujian penting bagi sang petenis nomor satu dunia: membuktikan bahwa ia tidak hanya mampu mendominasi saat kondisi ideal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan terbesar di panggung tenis dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.