Lagi, Surplus Neraca Perdagangan RI Turun
Rabu, 19 Jun 2024, 16:41 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus selama 49 bulan beruntun sejak Mei 2020, dengan keberlanjutan keuntungan pada Mei 2024 sebesar 2,93 miliar dollar AS. Meski demikian, surplus pada Mei lalu di bawah catatan pada dua bulan sebelumnya, yakni 3,56 miliar dollar AS pada April 2024 dan 4,58 miliar dollar AS pada Maret 2024.
"Dengan demikian, hingga Mei 2024, neraca perdagangan barang Indonesia telah mencatatkan surplus beruntun selama 49 bulan secara berturut-turut," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah dalam konferensi pers perkembangan ekspor dan impor Mei 2024 di Jakarta, Rabu (19/6).
Habibullah menjelaskan, keberlanjutan surplus itu didapat dari keuntungan transaksi perdagangan di sektor nonmigas yang mencapai 4,26 miliar dollar AS, serta dikurangi defisit transaksi perdagangan sektor migas 1,33 miliar dollar AS.
Selama periode Januari-Mei 2024, secara kumulatif Indonesia mengalami surplus hingga 13,06 miliar dollar AS.
"Selama Januari-Mei 2024 sektor migas mengalami defisit 8,07 miliar dollar AS, namun masih terjadi surplus pada sektor nonmigas 21,13 miliar dollar AS, sehingga secara total mengalami surplus 13,06 miliar dollar AS," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga negara penyumbang surplus nonmigas terbesar pada Mei 2024 yakni India sebesar 1,5 miliar dollar AS, Amerika Serikat 1,2 miliar dollar AS, serta Jepang sebanyak 742 juta dollar AS.
Sedangkan tiga negara penyumbang defisit neraca perdagangan tertinggi yaitu China 1,3 miliar dollar AS, Australia 539 juta dollar AS, serta Thailand 320 juta dollar AS.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik menyampaikan kenaikan nilai ekspor Mei 2024 yang mencapai 22,33 miliar dollar AS atau naik secara bulanan 13,82 persen didominasi oleh kontribusi industri pengolahan nonmigas (manufaktur) yang menyumbang terhadap devisa di periode ini sebesar 20,9 miliar dollar AS.
Sementara untuk impor pada Mei 2024 yang mencapai 19,40 miliar dollar AS, didominasi oleh pembelian bahan baku atau penolong yakni sebesar 14,1 miliar dollar AS atau 72,6 persen dari total impor di periode tersebut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Geger! Polisi Bongkar Laboratorium Etomidate di Rumah Kawasan PIK 2.
-
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama dari Hilirisasi hingga Logam Tanah Jarang
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Kesempatan Warga Jakarta Timur untuk Memeriksakan Hewan Peliharaan. Simak Jadwal Mobil Layanan Kesehatan Hewan Keliling
-
Baja RI Terancam Ditendang dari Eropa! Kemendag Bongkar Jurus Selamatkan Ekspor
-
Pemerintah AS Soroti Kepastian Hukum dan Birokrasi di Indonesia
-
Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.