Khofifah Optimistis Jatim Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Indonesia
📅 Rabu, 19 Jun 2024, 16:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: jatimprov.go.id
JAKARTA - Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, optimistis Jatim bisa menjadi pusat gravitasi ekonomi Indonesia, melihat potensi besar dari sektor kelautan, perikanan, dan hasil budi daya tangkap lainnya yang bermuara di dermaga.
Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa (18/6), menjelaskan di Jatim terdapat enam pelabuhan besar yakni Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Wangi, Pelabuhan Boom Banyuwangi, Pelabuhan Kalianget, dan Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo.
"Peningkatan kapasitas dan layanan pelabuhan sangatlah penting dilakukan karena pelabuhan memiliki peran sangat vital dalam menunjang kelancaran distribusi logistik dari dan ke wilayah Jatim serta dari dan ke berbagai negara," kata Khofifah saat memberikan respons terkait Hari Dermaga Nasional di sela sela menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
SebagaihubIndonesia timur, Khofifah menyebut bahwa Jatim memiliki dua dermaga yang bisa mengangkut barang, orang, maupun aktivitas perdagangan dengan skala besar.
"Tanjung Perak di Kota Surabaya dan Tanjung Tembaga di Probolinggo merupakan bentuk kesiapan Jawa Timur dalam memenuhi pasar antarpulau dan meningkatkan aktivitas ekonomi," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai negara maritim, lanjut dia, Indonesia terkenal memiliki banyak kapal yang berlabuh di dermaga untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi dan pariwisata. Khofifah menjelaskan pergerakan ekonomi di Pelabuhan Tanjung Perak didukung oleh Pelabuhan Tanjung Tembaga yang memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang antarkota maupun antarpulau guna memasifkan aktivitas ekonomi dari sektor laut.
"Tanjung Perak yang berskala internasional dan Tanjung Tembaga yang memiliki lokasi strategis sebagai pintu gerbang dari wilayah-wilayahhinterland-nya yang meliputi Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo dan Lumajang," kata dia.
Khofifah pun optimistis bahwa Pelabuhan Probolinggo ke depan akan dijadikan pelabuhan internasional sebab, pelabuhan telah memiliki sertifikat pernyataan pemenuhan keamanan fasilitas pelabuhan yang diterbitkan Kemenhub RI berdasarkanInternational Code For Security of Ships and Port Facilities(ISPS Code).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keberadaan pelabuhan di Jatim akan mendukung dan menyukseskan konsep zonasi pelayanan transportasi laut di Jatim. Zonasi bertujuan agar bongkar muat kapal tidak tersentral di Surabaya, menekancost transport, menumbuhkan pusat ekonomi baru, dan menaikkan daya saing Jatim," tutur dia.
Zona Jatim terbagi pada bagian utara (Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan sekitarnya) dilayani oleh Pelabuhan Brondong, Paciran, dan Lamongan Integrated Shorebase. Lalu wilayah Surabaya, Gresik dan sekitarnya dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Perak, Gresik, JIIPE, dan Pelabuhan Teluk Lamong.
Kemudian wilayah Situbondo, Jember, Lumajang, Banyuwangi dan sekitarnya dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Boom Banyuwangi. Untuk wilayah Madura dan kepulauannya dilayani oleh pelabuhan di wilayah kepulauan dan Pelabuhan Kalianget.
"Untuk wilayah selatan Jatim, direncanakan pembangunan Pelabuhan Pacitan, Prigi, dan Pelabuhan Sendang Biru. Lalu Pelabuhan Probolinggo sendiri akan melayani wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan sekitarnya. Keberadaan pelabuhan itu bukan sebagai pesaing, tapi sebagai komplemen dari Pelabuhan Tanjung Perak," ungkap dia.Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!