Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hidup Sehat, Pemkab Biak Konsisten Terapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 05:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hidup Sehat, Pemkab Biak Konsisten Terapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Doc: ANTARA/Muhsidin
Ket. Kadis Kesehatan Biak Numfor Daud Nathaniel Duwiri M.Kes.

Biak - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) konsisten menerapkan program lingkungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar warga berperilaku hidup bersih dan sehat.

"STBM merupakan program nasional Kementerian Kesehatan bertujuan memperbaiki sanitasi dasar di masyarakat," ujar Kepala Dinkes Biak Numfor Daud Nathaniel Duwiri di Biak, Selasa.

Menurut dia, setiap Individu warga mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air besar sembarangan.

"Setiap keluarga menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman, tersedia fasilitas mencuci tangan serta mampu mengelola limbah rumah tangga dengan benar agar terciptanya lingkungan bersih dan sehat," katanya.

Ia mengatakan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) tidak dapat disepelekan karena bisa berdampak negatif pada kesehatan anak dan berpotensi menimbulkan penyakit diare, tifoid, disentri, dan kolera yang dapat berujung pada kematian.

"Sanitasi yang buruk juga menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting. Sebaik apapun makanan yang diberikan ke anak, namun jika kesehatan lingkungannya buruk, maka stunting masih mengancam anak," ujarnya.

Duwiri menyebutkan pemerintah terus bekerja keras mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu nol persen buang air besar sembarangan (BABS).

"Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia masalah BABS masih menyentuh angka 5,69 persen pada 2021. Salah satu akar masalah utama tingginya kasus BABS karena lemahnya komitmen dan rendahnya isu sanitasi sehingga berdampak kurangnya inovasi skema pendanaan di level daerah," katanya.

Selain itu, ujar dia, juga tidak optimalnya kolaborasi lintas sektor, kurangnya kegiatan peningkatan kapasitas petugas kesehatan, dan ketiadaan peraturan pendukung/pelaksana di level pemda.

Pemkab Biak Numfor, lanjut Duwiri, dengan komitmen politik kuat dari kepala daerah disertai dengan dukungan kebijakan regulasi serta pendanaan yang cukup telah menuntaskan permasalahan BABS sehingga dapat menimbulkan efek positif ke daerah lain.

"Kami rekomendasikan semua pemangku kepentingan berkolaborasi pada 2026 mendeklarasikan Kabupaten Biak Numfor pertama di tanah Papua mewujudkan lima pilar STBM," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.